Wapres AS Peringatkan Pejabat Israel yang Kritik Kesepakatan Terbarunya dengan Iran

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), James David Vance atau yang akrab disapa JD Vance, secara terbuka memberi peringatan terhadap para pejabat Israel yang melakukan kritikan terhadap kesepakatan terbaru antara Washington dengan Iran.

Bahkan, JD Vance juga menegaskan bahwa Presiden AS, Donald Trump menjadi satu-satunya sekutu terkuat yang masih dimiliki oleh Israel. Atas fenomena tersebut, hubungan antara AS dengan Israel disebut kembali memanas.

Melansir dari CNBC Indonesia, pernyataan keras tersebut disampaikan oleh JD Vance di Gedung Putih, sebagai bentuk respons atas laporan yang menyebut Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, merasa tidak puas dengan kesepakatan yang dicapai antara AS dengan Iran.

JD Vance memang mengaku belum mendengar pernyataan keberatan Netanyahu tersebut secara langsung, namun pihaknya menyindir sejumlah anggota kabinet Israel yang melakukan penyerangan terhadap kesepakatan tersebut sekaligus melontarkan kritik pribadi mereka kepada Donald Trump.

“Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini. Jika saya berada di kabinet Pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia,” ujar JD Vance, dikutip Sabtu (20/06/2026).

Selain itu, JD Vance juga mengingatkan bahwa sebagian besar sistem pertahanan yang melindungi Israel berasal dari AS, termasuk dengan bantuan militer beserta dua pertiga senjata yang diberikan dengan nominal sekitar 4 miliar dolar AS per tahun atau setara Rp71,33 triliun.

Hal ini dapat diartikan dengan meningkatkanya ketegangan di antara kedua sekutu lama itu, setelah hampir empat bulan AS dan Israel bersama-sama melancarkan serangan terhadap Iran, hingga sempat mengguncang pasar energi global saat adanya penutupan jalur strategis Selat Hormuz. (*)

Komentar