SMJTimes.com – Seiring dengan upaya penerapan fitur rollover atau akumulasi sisa kuota, sejumlah konsumen disebut mengeluhkan harga paket internet yang dinilai semakin mahal.
Salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan digital terbesar kedua di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), membuka suara dengan menilai bahwa harga paket internet tidak bisa dinilai hanya dari nominal, melainkan jumlah kuota dan manfaat yang ada di dalamnya.
Dalam hal ini, SVP-Head of Partnership & Innovation Indosat Ooredoo Hutchison, Reno Rizki Yudha, mengatakan bahwa harga paket internet saat ini justru dinilai semakin kompetitif jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
“Kalau kita lihat sendiri, justru sekarang harga dan kuota yang diberikan jauh lebih kompetitif dibandingkan beberapa periode sebelumnya, bahkan kalau dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Reno, dikutip dari Detik.
Pada penjelasannya, Reno memberikan contoh terkait dengan anggaran sebesar Rp50.000 di tahun lalu yang mungkin hanya cukup dengan kuota internet sebesar 12 GB. Namun saat ini dengan nominal yang sama sudah bisa mendapatkan kuota yang lebih besar, yaitu 18 GB hingga 20 GB.
“Dengan Rp50.000, tahun lalu mungkin operator hanya memberikan 12 GB. Tapi sekarang, kita bisa memberikan 18 sampai 20 GB,” jelasnya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
“Jangan hanya melihat harga paket, tetapi juga layanan apa saja yang kita tawarkan,” tambahnya. (*)
Sebelumnya, terkait dengan penerapan fitur rollover sudah ditegaskan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI), Evan Fathurokhman Adiwidjaja.
“Jadi jelas di dalam, eksplisit di dalam putusan MK, bahwa dalam hal melakukan perlindungan substantif terkait kuota, itu tidak boleh dikenakan biaya apa pun dengan alasan dan persyaratan apa pun,” tegas Evan beberapa waktu lalu. (*)











Komentar