Rencana Ekspor Listrik RI ke Singapura Masih di Tahap Negosiasi Harga

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Rencana ekspor listrik ke Singapura yang sejak 2025 telah dituangkan ke dalam komitmen antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura masih berada dalam tahap negosiasi harga.

Dalam hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kedua negara saat ini tengah melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan harga.

“Untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus cengli (masuk akal),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Gedung Chaerul Saleh, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dikutip dari IDN Times, Selasa (12/05/2026).

Atas rencana ekspor listrik tersebut, Bahlil menyebut terkait dengan perlunya melakukan kajian yang lebih mendalam guna menemukan kesepakatan yang nantinya saling menguntungkan di antara kedua pihak.

Salah satu contoh yang disebutkan oleh Bahlil dalam penjelasannya adalah kesepakatan yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia atas tindakan importasi listrik. Menurutnya, kesepakatan impor tersebut telah dijalankan karena harga yang disepakati menguntungkan kedua pihak.

“Seperti kita melakukan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya cengli,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Kementerian ESDM melalui Menteri Bahlil Lahadalia melakukan penandatanganan terhadap tiga memorandum of understanding (MoU) dengan Menteri Energi, Sains & Teknologi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng.

Dalam MoU tersebut, salah satu yang diwacanakan adalah mengenai ekspor listrik yang berasal dari pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di perbatasan antara Indonesia dengan Singapura, yaitu Provinsi Riau. (*)

Komentar