BRIN Ubah Persepsi RI dari Eksportir menjadi Penghasil Parfum Kemenyan Bernilai Tinggi

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Pusat Riset Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRBT BRIN) tengah mengupayakan pengubahan persepsi Indonesia yang dikenal sebagai eksportir kemenyan, dengan menciptakan produk turunannnya yang bernilai tinggi seperti parfum.

Selama ini, Indonesia melakukan ekspor kemenyan mentah yang biasanya digunakan sebagai minyak atsiri (essential oil) per tahunnya dengan kuantitas sekitar 5-8 ton dan nilainya yang mencapai triliunan rupiah, hanya untuk diolah di luar negeri.

Padahal menurut Peneliti PRBT BRIN, Aswandi, menyebutkan bahwa pohon kemenyan yang ada di Indonesia diketahui memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa apabila diolah dengan teknologi yang tepat.

Dalam hal ini, tanaman yang kerap dikaitkan dengan hal mistis seperti kemenyan dan kapur barus ternyata dijadikan sebagai perburuan bagi industri kosmetik global, khususnya Paris dan Eropa.

“Styrax Parfumes atau parfum kemenyan ini kalau dibeli di Paris harganya minimal sekitar 5 juta rupiah. Padahal, dengan modal sekitar 200 ribu rupiah (bahan baku), kita bisa menghasilkan produk bernilai jutaan rupiah,” jelas Aswandi, dikutip dari Detik, Senin (02/03/2026).

Sementara, Aswandi menyebutkan bahwa parfum kemenyan milik BRIN dengan paten nomor S00202314472 berhasil menarik perhatian global melalui sejumlah mitranya, seperti sejumlah perusahaan Eropa yang rela datang ke Indonesia hanya unyuk mencoba produk tersebut.

Parfum kemenyan BRIN ini diketahui memiliki senyawa kompleks seperti Bornyl acetate yang dapat menghasilkan aroma pedas dan kayu, serta Linalool yang mampu menghasilkan aroma bunga dan jeruk yang manis.

Selain menciptakan signature parfume dengan konsentrasi tinggi yang disebut tahan lama, Aswandi juga menyebutkan bahwa BRIN berhasil menghadirkan produk yang memiliki khasiat terhadap aromaterapi. (*)

Komentar