oleh

Dewan Menyayangkan Kemiskinan di Pati Meningkat

Pati, SMJTimes.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati M Nur Sukarno mengatakan, dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa, sehingga mengakibatkan semua kegiatan terganggu.

Secara umum, dampak ekonomi di masyarakat sangat terasa, terutama masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan kondisi pandemi sampai saat ini belum ada tanda-tanda berakhir.

“Walaupun pemerintah sudah membuat kebijakan untuk menuju pra endemi, tapi kita tetap harus waspada. Kita harus berperilaku hidup normal baru dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata Sukarno.

Salah satu dampak yang dirasakan adalah dari segi perekonomian yang sangat terasa, lanjut dia, hal tersebut terjadi karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pekerja dirumahkan, serta harga kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.

Baca Juga :   Dewan Pati Pantau Tindaklanjut Bimtek Dispertan

“Kondisi ekonomi masyarakat jelas menurun, sehingga masyarakat yang di atas Rumah Tangga Miskin (RTM) banyak yang pendapatannya tidak seimbang dengan pengeluarannya,” ucapanya kepada mitrapost.com saat dihubungi belum lama ini.

Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan menjadi RTM yang realita di masyarakat sesuai data statistik benar adanya. Sedangkan Bantuan Langsung Tunai dan Bantuan Sosial Tunai sifatnya hanya meringankan saja.

“Bantuan dari Pemerintah hanya meringankan saja, jadi masyarakat perlu memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Misalnya buat usaha kecil-kecilan,” sambungnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, angka presentase kemiskinan pada tahun 2020 mencapai 10,08 persen sedangkan pada tahun 2021 mencapai 10,21 persen. (*)

Baca Juga :   Dewan Nilai Pemerintah Belum Lindungi Produk Lokal

Komentar

News Feed