oleh

Pemerintah Pati Punya Kewajiban Sediakan Sarana dan Prasarana PJJ

Pati, SMJTimes.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mempunyai kewajiban untuk menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Muntamah. Ia menyebut masyarakat mendukung program penanganan Covid-19 dari pemerintah Kabupaten Pati agar Pembelajaran Jarak-Jauh (PJJ) segera berakhir.

Diketahui per hari Selasa (22/2) berdasarkan Inmendagri No 12 Tahun 2022 tentang masa PPKM Level 2 dan 3 Kabupaten Pati masih harus menerapkan PPKM Level 3.

Atas instruksi tersebut hingga kini Kabupaten Pati masih belum menerapkan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Pemerintah_Pati_Punya_Kewajiban_Sediakan_Sarana_dan_Prasarana_PJJ

“Harapan kami PJJ saat ini segera berakhir  dengan kita semua mendukung  dan   berpartisipasi mensosialisasikan  pentingnya vaksinasi  sehingga terjadi  peningkatan prosentase vaksinasi,” ujar anggota Dewan Pati dan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca Juga :   Dewan Dukung Dispertan Memasifkan Budidaya Sapi Potong

Selain vaksinasi untuk meningkatkan imun tubuh, masyarakat juga diimbau untuk membudayakan pola hidup sehat dengan menyeimbangkan asupan makanan, olahraga teratur dan cukup istirahat.

Sementara pemerintah, juga diminta untuk memperhatikan sektor pendidikan bukan hanya sektor ekonomi. Pasalnya, selama dua tahun lebih anak usia sekolah selalu melaksanakanan PJJ, hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi intelegensi anak.

“pemerintah  punya tanggung jawab  menyediakan sarana dan prasarana PJJ  tercukupi, Para Guru mempersiapkan PJJ dengan sungguh-sungguh,Orang tua siswa juga harus mendukung anaknya dalam belajar Online,” kata Anggota DPRD Pati dari Komisi D itu.

Diketahui sebelumnya, pemerintah kembali menerbitkan instruksi terbaru tentang perpanjangan PPKM Jawa-Bali melalui Inmendagri No 12 Tahun 2022. Aturan ini akan berlaku selama sepekan, terhitung mulai tanggal 22-28 Februari 2022 mendatang.

Baca Juga :   Minimalisir Siswa Putus Sekolah, Pemprov Jateng Siapkan Beasiswa 10 Miliar

Sayangnya dalam evaluasi terbaru, Kabupaten Pati masih masuk dalam asesmen wilayah Level 3 bersama 27 Kabupaten kota yang lain.

Hal ini disebabkan karena tingginya kasus Covid-19 baru. Di sisi lain Pati belum mampu melampaui capaian vaksinasi minimal yang ditentukan oleh pemerintah. (*)

Komentar

News Feed