oleh

Pembuatan Replika Kereta RA Kartini Sempat Diwarnai Kejadian Mistis

Rembang, SMJTimes.com – Kereta kuda yang dipajang di Pendopo RA Kartini, Rembang nyatanya bukan kereta asli. Kereta tersebut merupakan replika yang dibuat oleh seorang perajin kayu dari Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang bernama Sholehayam.

Ia pun mengaku pernah memiliki pengalaman mistis setelah membuat kereta tersebut.

Kereta kuda asli yang dipakai oleh RA Kartini diperkirakan sudah hilang sejak zaman penjajahan Belanda. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berusaha membuat replika kereta kuda milik RA Kartini tersebut.

Kereta ia buat sekitar tahun 2006, pertama kali diuji coba oleh Bupati Rembang, H Moch Salim saat kirab dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Rembang.

Baca Juga :   Berpartisipasi Dalam Penanganan Covid-19, DPD Nasdem Rembang Gelar Vaksinasi

“Saat itu sekitar tahun 2007. Lupa saya, entah satu atau dua tahun setelah kereta itu jadi,” katanya pada Senin (10/1/2022).

Saat dirinya menyewa dua kuda untuk menarik kereta tersebut, anehnya kuda-kuda itu tidak mau mendekat ke kereta. Kedua kuda tersebut terlihat nampak ketakutan saat mendekati kereta yang akan mereka tarik.

Agar membuat kedua kuda tersebut mau mendekat ke kereta, Sholehayam memanggil para pemilik kuda agar melatih kuda mereka. Usaha tersebut akhirnya berhasil dan kuda mau dilatih sekitar lima sampai enam hari sebelum kirab.

Sebelum hari uji coba, Sholehayam ditunjuk oleh staf Pemkab Rembang untuk mendoakan keselamatan kereta selama acara berlangsung.

Baca Juga :   Reka Ulang, 53 Adegan Pembunuhan Dalang Rembang

Malam harinya, saat dirinya pergi ke lokasi penyimpanan, Sholehayam memeriksa seluruh bagian kereta termasuk “dok” atau kotak yang ada di bawah kursi sang pengemudi kuda alias kusir. Ia pun terkejut, karena di dalam “dok” tersebut ditemukan sebuah pusaka.

Sholehayam kemudian mengonfirmasi kepada pihak Pemkab Rembang, akan tetapi tidak ada yang mengaku siapa yang menaruh pusaka tersebut.

“Ini yang menjadi tanda tanya bagi saya sebagai pembuat. Tapi saya tetap berharap kereta ini bermanfaat bagi orang banyak,” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed