oleh

Warga Pati Semakin Sadar Pentingnya PeduliLindungi

Pati, SMJTimes.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Indriyanto menyebut kepatuhan warga Pati untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi cukup tinggi seiring diwajibkannya aplikasi tersebut di berbagai tempat umum.

“Itu secara individu saya yakin sudah banyak yang pakai. Kalau sekarang sudah kebutuhan . Kalau tidak install mereka akan rugi,” terang Indriyanto kepada SMJTimes.com saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/12/2021).

Indriyanto juga mengatakan, kini PeduliLindungi telah dipasang di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pati. Selain itu, pusat perbelanjaan, bioskop, dan pusat keramaian lainnya juga telah mendaftarkan ke aplikasi ini secara mandiri.

Aplikasi tersebut dinilai efektif untuk menangani penularan Covid-19 di masyarakat, khususnya untuk mengetahui kapasitas maksimal kerumunan.

Baca Juga :   Meresahkan Masyarakat, Tempat Prostitusi Dapat Menurunkan Moralitas

Selain itu, aplikasi ini juga melacak pengguna vaksin Covid-19, lalu melakukan penelusuran (tracing) dan pelacakan (tracking) lokasi pengguna untuk memberi informasi terkait keramaian dan zonasi kepada pengguna.

“PeduliLindungi untuk yang swasta mereka memgktifkan sendiri. Yang OPD sudah menggunakan. Untuk PeduliLindungi lebih kepada suatu kapasitas gedung. Kalau area itu tidak banyak kegiatan jadi tidak begitu urgen,” kata Indriyanto.

Sayangnya, aplikasi ini belum bisa diterapkan di pasar tradisional. Menurut dia, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai akses masuk pasar akan sangat memberatkan para pedagang di daerah, khususnya bagi yang belum memiliki android.

“Kalau di pasar dipaksakan nanti akan timbul gejolak karena tidak semua pedagang dan pengunjung di sana menggunakan smartphone,” katanya.

Baca Juga :   Komisi E DPRD dan Disnakertrans Jateng Sosialisasikan Peluang, Mekanisme, dan Prosedur Kerja

Namun demikian, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar masih terus dirancang untuk mewujudkan new normal di masa pandemi Covid-19. (*)

Komentar

News Feed