oleh

Pariwisata Ditutup, UMKM Kerajinan Andalkan Pemasaran Online

Pati, SMJTimes.com – Pandemi Covid -19 mendampak serius pada pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak terkecuali bidang handicraft (kerajinan tangan).

Ranu Adi pengusaha kerajinan bonggol jagung dari Desa Sarirejo kecamatan Pati Kabupaten Pati mengaku pendapatannya turun 40 persen sejak pandemi melanda di tahun 2020.

Menurutnya ia masih beruntung, berbeda halnya dengan para pengusaha kerajinan lain yang mengandalkan sektor pariwisata untuk menyerap barang yang diproduksi. Diketahui sektor wisata di tutup total selama masa PPKM.

Tak hanya itu, masa PPKM juga membuat pemerintah membatalkan berbagai pameran dan eksibisi kerajinanĀ  tahun ini. Kebijakan tentunya makin memberatkan pelaku kerajinan dalam memasarkan dagangannya.

Baca Juga :   PT Dua Kelinci Pati Dilalap Si Jago Merah

“Produk saya misalnya, ini kan produk baru, produk inovasi. Orang belum banyak yang tahu. Kalau ada pameran kan orang bisa membuktikan kualitasnya kalau lewat foto saja kurang maksimal,” ungkap Ranu saat ditemui di rumah produksinya kemarin.

Selama pandemi covid-19 Ranu mengaku hanya bisa memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan dagangannya.

“Tapi teman-teman craft berusaha semangat. Pemasaran pakai strategi online kita kuatkan. Di sisi lain kita punya keuntungannya nggak punya waktu kadaluarsa. Pokoknya kita tetap berkarya untuk menyiasati masa PPKM ini,” katanya.

Komentar

News Feed