oleh

Dinbudpar Rembang Nilai Penjamasan Bende Becak Punya Daya Tarik Pariwisata

Rembang, SMJTimes.com – Turut hadir dalam pelaksanaan tradisi Penjamasan Bende Becak, Selasa (20/7/2021) kemarin, Kepala Bidang Destinasi dan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Purwono imbau masyarakat untuk senantiasa melestarikan warisan budaya leluhur tersebut.

Ia mengatakan, Penjamasan Bende Becak merupakan salah satu bukti betapa Kabupaten Rembang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Sehingga perlu dilestarikan dari generasi ke generasi. Karena di samping menghormati tradisi leluhur, pelestarian ritual Penjamasan Bende Becak menjadi daya tarik tersendiri di sektor pariwisata.

Apalagi jika berkaca dari momen-momen sebelumnya, pelaksanaan upacara Penjamasan Bende Becak selalu penuh sesak oleh pengunjung. Tidak hanya warga lokal Rembang, tetapi ada juga yang datang dari luar daerah. Selain untuk melihat upacara tersebut berlangsung juga untuk mendapat air bekas penjamasan yang dipercayai mengandung berkah.

Baca Juga :   Banyak Kegiatan Lockdown, Pengelola Wisata dapat Bantuan dari Dinbudpar Rembang

“Acara ini dilaksanakan tiap tahun bukan pengkultusan, ya. Ini adalah bentuk tawadu’ masyarakat terhadap Sunan Bonang. Jadi memang harus dijaga tradisi semacam ini,” ujarnya saat ditemui selepas acara.

Purwono menambahkan, antusiasme masyarakat mengikuti upacara terbilang cukup tinggi meski di tengah PPKM Darurat. Namun ia menilai pihak Desa Bonang sudah bekerja maksimal untuk mengontrol agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Karena ini adalah tradisi tahunan, jadi masyarakat lebih senang dan merasa lebih afdal kalau datang sendiri ke lokasi untuk ngalap berkah. Tapi sejauh ini kondusif kok,” ujarnya.

Di sisi lain, Kiai Luthfil Hakim selaku juru kunci menuturkan, pihaknya berharap bahwa adanya tradisi ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinbudpar). Jangan sampai lambat-laun tradisi khas masyarakat Bonang, Lasem tersebut suatu saat tergerus modernitas.

Baca Juga :   Rugi Miliaran Rupiah, Pengusaha Bus Pariwisata PHK Seluruh Karyawan

“Dari Dinbudpar semoga juag mendukung lah agar budaya ini tetap terjaga dan bisa dilaksanakan setiap tahunnya setelah salat Iduladha,” ujarnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Hadiri Penjamasan Bende Becak, Dinbudpar: Ini Bukan Pengkultusan”

Komentar

News Feed