oleh

Satgas Jogo Tonggo Terhambat Keuangan Desa

Pati, SMJTimes.com – Satgas Jogo Tonggo terbentur kondisi keuangan desa. Hal ini membuat pelaksanaan Satgas untuk penanganan Covid-19 di tingkat desa kurang maksimal.

Camat Pati Kota, Didik Rusdiartono mengatakan bahwa masing-masing desa memiliki PAD yang berbeda-beda. Ada yang memiliki PAD banyak dan ada yang hanya memiliki PAD yang sedikit. Menurutnya desa yang memiliki PAD kecil ini lah yang menghadapi kesulitan.

Padahal dalam aturan, anggaran dana desa yang digunakan untuk penanganan Covid-19 hanya 8 persen saja. Oleh karenanya, kepedulian masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan.

“Harapan kita ada kepedulian dari tetangga sekitar. Kalau dari pemerintah semua memang susah. Waktu di RSS Sidokerto kan banyak bantuan dari warga dan mendukung secara moril maupun materil,” harapnya.

Baca Juga :   Aktifkan Roda Ekonomi, Dewan Imbau Relawan Korban Banjir Beli Sembako di Pasar

Menurutnya, Satgas Jogo Tonggo ini dibentuk untuk mengawasi secara ketat bagi warga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu satgas jogo tonggo inilah yang menjamin ketersediaan logistik bagi warga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

“Beberapa desa sudah melaksanakan itu dan memberikan bantuan sembako vitamin obat obatan dan sebagainya. Memang saat ini peran dan fungsi Jogo Tonggo memang sangat penting dan kita harapkan membantu pemerintah desa. Kalau dikatakan maksimal namanya relawan yah mereka mau memantau saya kira sudah baik dan maksimal,” ujarnya.

Selain memenuhi logistik warga yang isolasi mandiri, ia mencoba untuk memaksimalkan satgas ini untuk melakukan pemakaman juga. Pasalnya, BPBD Kabupaten Pati telah kuwalahan dalam melakukan pemakaman Covid-19. Dan hal ini sudah dilakukan oleh sejumlah desa di Kecamatan Pati Kota.

Baca Juga :   Bantuan Sembako bagi Nelayan Pati Akan Kembali Disalurkan

Selain itu, ke depan ia berharap pemulasaran Jenazah pasien Covid-19 juga bisa dilakukan oleh satgas Jogo tonggo. Pasalnya, saat ini menurutnya, Rumah Sakit telah kewalahan dalam melakukan pemulasaran jenazah Covid-19.

“Tetapi Kami mempunyai kendala soal peralatan kalau APD insyaallah kami sudah bisa menyiapkan dari desa tetapi untuk memandikan kan harus diberi kantong plastik ada kantong jenazah ya ini kita ndak tahu terus cara memandikan jenazah Covid-19 itu bagaimana terus membuang limbahnya bagaimana. Kalau rumah sakit kan ada peralatan sendiri,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Tak Maksimal, Jogo Tonggo Terbentur Kondisi Keuangan Desa”

Komentar

News Feed