oleh

Pasien Covid-19 Membludak, Ruang Perawatan RSUD Rembang Nyaris Penuh

Rembang, SMJTimes.com – Kabupaten Rembang kembali menjadi zona oranye kasus Covid-19. Tercatat sudah ada 319 kasus positif per hari ini, Kamis (10/6/2021). Tak kurang dari 100 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, utamanya RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Akibat lonjakan kasus tersebut, kapasitas ruang perawatan di RSUD dr. Soetrasno nyaris penuh. Saat dikonfirmasi, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya menyebut, sebanyak 95 tempat tidur sudah terisi dari total 106 ruangan yang tersedia.

Ia menambahkan, jika dalam kurun waktu satu minggu terkahir angkanya semakin naik, maka kemungkinan besar akan ada penambahan hingga 120 ruang perawatan.

Baca Juga :   Hafidz Resmikan Dealer Motor Listrik di Rembang

“Kalau terpaksa harus menambah lagi, perkiraan bisa mencapai 160 tempat tidur. Saat ini Kabupaten Rembang masuk zona oranye dari yang sebelumnya kuning,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi jumlah pasien di RSUD yang membludak, Arief juga mengatakan akan melibatkan beberapa rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Rembang. Antara lain, rumah sakit Bhina Bhakti Husada dan RSI Arafah.

“Di RS Bhina Bhakti Husada ada 24 tempat tidur dan RSI Arafah 14 tempat tidur ruang isolasi,” terangnya.

Arief lalu menjelaskan, lonjakan kasus Covid-19 ini terjadi diduga karena mobilitas masyarakat antar daerah yang meningkat selama libur lebaran. Sejak libur lebaran, banyak masyarakat yang mulai abai kembali dengan protokol kesehatan sehingga membuka potensi penularan. Selain itu juga disinyalir terpengaruh dengan kondisi dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Pati dan Kudus yang saat ini sudah masuk zona merah.

Baca Juga :   Berpotensi Abrasi, Kawasan Pantai Timur Rembang Terdampak Besar

“Hal itu semakin terasa setelah libur Lebaran. Soalnya warga Pati maupun Kudus juga sering datang ke Rembang atau sebaliknya. Entah untuk wisata atau keperluan lain. Saat ini obyek wisata kita tutup total,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini tercatat sebanyak 110 desa di Kabupaten Rembang menjadi klaster penularan Covid-19. Untuk itu, Pemkab Rembang melalui Dinpermades melakukan rapat evaluasi dan koordinasi bersama dengan OPD Kabupaten Rembang untuk bagaimana menangani lonjakan kasus tersebut. (Adv)

Komentar

News Feed