oleh

Ramadan Tahun Ini Penjualan Legen Meningkat 2 Kali Lipat

Rembang, SMJTimes.com – Ramadan tahun ini mengandung keberkahan tersendiri bagi para penjual legen yang membuka lapaknya di pinggir-pinggir jalan raya Rembang-Blora, tepatnya di sekitaran Desa Mbesi, Kecamatan Rembang. Pasalnya, legen menjadi salah satu jenis minuman yang sering dicari-cari masyarakat untuk menu berbuka puasa.

Penjualan legen di bulan Ramadan diakui beberapa penjual meningkat dua kali lipat dibanding hari-hari biasa. Itulah yang membuat para penjual legen lebih semangat menjajakan legennya selama bulan Ramadan ini.

Penjual legen di Rembang sendiri terpusat di beberapa titik yang dekat dengan penghasil buah siwalan. Titik yang menjadi pusat penjualan legen ada di jalan Desa Bogorame, jalan Rembang Blora tepatnya di Desa Mbesi dan di jalan Sulang Gunem. Salah satunya adalah Marqini yang mengaku legennya selalu laris terjual dua kali lipat.

“Kalau sebelum Ramadan itu habis sekitar 6 sampai sepuluh botol, untuk ramadhan ini sampai 20 botol dalam sehari. Kadang juga lebih, kadang kurang tergantung sepi ramainya,” ungkapnya.

Wanita asal Desa Mbesi, Kecamatan Rembang itu menuturkan, pembeli tidak hanya berasal dari masyarakat setempat saja. Banyak juga para pemudik yang melintas membeli legennya sebagai oleh-oleh. Umumnya para pemudik dengan tujuan arah Blora atau sebaliknya, dari Blora menuju Rembang.

Dengan begitu, Marqini sendiri merasa sedikit was-was jika larangan mudik sudah ditetapkan mulai 6 Mei mendatang. Karena jika jalur-jalur perbatasan sudah disekat, maka bisa dimungkinkan penjualannya mengalami sedikit penurunan sebagaimana terjadi pada Ramadan tahun kemarin.

“Kalau dibandingkan dengan Ramadan tahun kemarin ya laris tahun ini. Kemarin itu sepi banget, kalau sekarang lumayan lah. Ndak tahu nanti kalau sudah tanggal 6 Mei katanya ada larangan mudik,” ucapnya.

Untuk harga, legen Marqini dijual Rp10.000 perbotol. Ia berjualan dari pukul 10.00 WIB-17.00 WIB. Di momen Ramadan ini, seturut keterangan Marqini, pembeli mulai ramai pada kisaran pukul 16.00 WIB-17.00 WIB.

Peningkatan penjualan juga turut dirasakan oleh penjual legen lain, yakni Lasmini yang membuka lapak beberapa meter dari lapak Marqini. Ia menjelaskan, Ramadan tahun ini dirasakannya melancarkan rezekinya. Mengingat, pada Ramadan sebelumnya kondisi perekonomiannya sempat terpuruk lantaran pandemi Covid-19 yang memaksa diterapkannya PSBB.

“Laris puasa ini, Mas. Kalau bisa milih ya milih puasa terus saja, karena memang lagi laku-lakunya. Banyak yang mencari buat berbuka puasa, dibikin es biasanya, Mas,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Laris Manis Penjual Legen, Omzet Meningkat Dua Kali Lipat di Bulan Ramadan

Komentar

News Feed