SMJTimes.com – Italia dilaporkan tengah mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) pelarangan terkait dengan pemakaian burqa dan niqab bagi siswi, sekaligus pembatasan jumlah murid asing yang sekolah di negara tersebut.
Diketahui, burqa dan niqab merupakan sebuah jenis pakaian luar yang dikenakan oleh sebagian wanita muslim atau beragama Islam untuk menutupi tubuh dan wajah mereka, dengan tujuan menjaga privasi serta kehormatan.
“Sebuah langkah akan segera disodorkan ke rapat kabinet untuk secara legal menetapkan jumlah maksimum siswa asing per kelas,” ujar Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, saat menghadiri pertemuan yang digelar oleh Gioventù Nazionale atau Partai Persaudaraan Italia (Brothers of Italy).
“Itu juga membutuhkan orang tua dari siswa asing yang menghadapi kesulitan serius berintegrasi ke dalam sistem sekolah untuk belajar bahasa Italia, dan melarang burqa dan niqab di sekolah,” lanjutnya, dikutip dari Republika, Rabu (23/09/2026).
Dalam hal ini, Meloni menilai bahwa setiap siswa yang sekolah di Italia diharuskan untuk memperlihatkan wajahnya dan dapat teridentifikasi dengan jelas.
“Anda harus pergi ke sekolah dengan wajah terbuka, dan di Italia tidak ada seorang pun, atas nama tradisi nyata atau seharusnya, dapat memutuskan bahwa seorang wanita muda harus menyembunyikan dirinya,” tegasnya.
Kemudian, pihaknya juga menjelaskan terkait dengan kebijakan pembatasan jumlah murid asing di sekolah Italia yang dibutuhkan agar siswa dalam negeri tidak menjadi minoritas.
“Tidak dapat diterima bahwa di kelas Italia anak-anak yang akhirnya merasa terpojok adalah anak-anak Italia karena mereka telah menjadi minoritas. Itu tidak bisa diizinkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Italia tahun periode 2010, Mariastella Gelmini, pernah menerbitkan surat edaran terkait pembatasan murid asing sebesar 30 persen.
Namun, kebijakan pembatasan tersebut dinilai terabaikan, lantaran kondisi demografis lokal dan kurangnya fleksibilitas, terutama di pinggiran kota, membuat Italia menjadi salah satu negara Eropa pilihan destinasi bagi para migran Afrika maupun Timur Tengah. (*)











Komentar