SMJTimes.com – Sebuah bencana alam banjir bandang yang sempat melanda Sungai Bhotekoshi, memunculkan sejumlah dampak bagi negara Nepal, khususnya dalam sektor pariwisata.
Dalam hal ini, sejumlah pihak perhotelan seperti yang ada di wilayah Pokhara, Chitwan, dan Lumbini, mengajukan laporan terkait dengan adanya gelombang pembatalan di musim puncak ini.
Melansir dari Detik, sejumlah hotel tersebut mengatakan bahwa wisatawan mancanegara berbondong-bondong melakukan pembatalan terkait dengan pemesanan tiket liburan mereka.
Bahkan selain itu, wisatawan domestik juga dilaporkan ikut melakukan hal yang serupa, dengan tujuan lantaran kondisi jalan yang dinilai sulit untuk dilalui.
Hal tersebut mengakibatkan sejumlah hotel di beberapa destinasi wisata utama yang ada di Nepal dilaporkan sepi pengunjung. Padahal, periode ini biasanya dinilai menjadi salah satu musim tersibuk dalam setahun untuk sektor pariwisata.
Salah satu di antaranya ada di kawasan Sauraha di Chitwan yang biasanya dipadati oleh wisatawan pada musim ini. Dengan memiliki 125 hotel, baik kecil maupun besar, Sauraha dilaporkan berkapasitas gabungan untuk dapat menampung hingga 8.000 wisatawan per hari.
Namun pada periode tahun 2026 ini, hanya segelintir wisatawan yang dilaporkan melakukan wisata dengan destinasi di alam hutan tersebut.
Selain itu, Asosiasi Hotel Regional juga menyatakan bahwa tingkat hunian hotel d Nepal telah mengalami pemerosotan hingga berada di bawah 5 persen.
“Saat ini hampir tidak ada wisatawan. Tingkat hunian hotel berada di bawah 5 persen,” jelas mantan ketua Asosiasi Hotel Regional Sauraha, Suman Ghimire, dikutip Senin (14/09/2026). (*)











Komentar