SMJTimes.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi telah menyepakati pemakaian peta benua Afrika yang lebih baru. Hal tersebut mengartikan bahwa PBB resmi telah sepakat meninggalkan peta versi lama.
Menurut PBB, peta yang terbaru ini dinilai lebih akurat dibandingkan dengan versi lama. Dalam hal ini, Majelis Umum PBB di markas besar New York menyebut bahwa pihaknya secara resmi memberhentikan penggunaan proyeksi Mercator abad ke-16.
Setelah itu, pihaknya melakukan penggantian dengan proyeksi yang didasarkan pada desain Equal Earth tahun 2018 yang lebih akurat. Menanggapi hal tersebut, sebanyak 164 negara telah mendukung perubahan peta dunia.
Sementara itu, satu-satunya negara yang memberikan suara penolakan adalah Amerika Serikat (AS). Menurut mereka, perubahan peta dunia tersebut dinilai berlebihan, dengan enam negara yang abstain. Sedangkan, usulan perubahan peta dunia itu diinisiasi oleh Uni Afrika.
“Mengakui dan menegaskan bahwa representasi kartografi yang tidak proporsional, khususnya yang dihasilkan dari proyeksi Mercator, telah memiliki dampak kognitif, pendidikan, budaya, geopolitik, dan sosial ekonomi yang berlangsung lama, berkontribusi pada pengurangan drastis dalam persepsi ukuran Afrika dan wilayah lain di dunia dalam imajinasi kolektif global,” jelas perwakilan Uni Afrika.
Dalam hal ini, Afrika memiliki tujuan untuk lantaran petanya didasarkan pada ukuran Mercator, sebuah ahli peta Gerardus Mercator (1512-1594), yang selama berabad-abad telah dijadikan sebagai standar global.
Namun, gaya proyeksinya yang ada di wilayah dekat khatulistiwa tampak jauh lebih kecil daripada ukuran sebenarnya, sedangkan wilayah lintang tinggi terlihat jauh lebih besar. (*)




Komentar