Atlet Golf Indonesia Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan, Calon Suami Sebut Ada Keanehan

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang atlet golf putri Indonesia yang bernama Jesslyn Wijaya Lay, tengah menjadi sorotan publik lantaran dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan oleh sebanyak lima orang pria di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/07/2026) lalu.

Dalam hal ini, kabar dugaan penculikan tersebut secara resmi telah mendapatkan konfirmasi langsung dari Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat, AKBP Roby Hery Saputra, berdasar pada laporan awal dan keterangan sejumlah saksi.

“Memang benar ada kejadian sesuai dengan yang dilaporkan, yaitu peristiwa membawa korban atas nama J (Jesslyn) oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa,” kata Roby dalam keterangan resminya, dikutip dari Tribun News, Rabu (22/07/2026).

Berdasar pada hasil pelacakan dari manifest perjalanan dan kegiatan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil menemukan fakta bahwa keberadaan Jesslyn saat ini tercatat berada di Kuala Lumpur Malaysia, sebelum sempat dibawa melintasi jalur darat menuju Semarang.

“Setelah kita lakukan rangkaian kegiatan, ternyata kejadian tersebut tanggal 13. Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes perjalanan yang kami terima,” jelasnya.

Meski demikian, calon suami Jesslyn yang bernama Evan (37) justru menilai adanya sejumlah keanehan di tengah kabar keberadaan calon istrinya yang terlacak berada di Malaysia. Menurutnya, hilangnya Jesslyn cukup menyisakan sejumlah misteri.

Seorang kuasa hukum Evan yang bernama Andi Darti, menyebut terkait dengan rute penerbangan dugaan penculikan Jesslyn yang dinilai tidak lazim hingga sejumlah barang pribadi korban yang tertinggal.

“Kalau memang dia akan diberangkatkan ke Malaysia atau Singapura, toh di Jakarta juga ada bandara kenapa harus melalui Semarang? Kenapa mesti diantarkotakan baru dilintasnegarakan?” jelas Andi di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/07/2026).

“Barang-barang pribadinya masih lengkap. Setidak-tidaknya alat-alat pribadinya seperti obat-obatan dan atau makeup, setidak-tidaknya pakaian dalam, itu pasti dia persiapkan,” tambahnya.

Kemudian, pihaknya juga menyebut terkait dengan pihak keluarga Jesslyn yang sempat menolak kedatangan tim penyidik saat hendak melakukan penelusuran di kediaman mereka.

“Setelah olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kemarin, penyidik kemarin sempat mendatangi kediaman orang tua Jesslyn di daerah Puri Jimbaran Ancol, tapi ternyata ditolak pihak keluarga, keberatan dengan kehadiran pihak penyidik ke lokasi,” ucapnya. (*)

Komentar