SMJTimes.com – Perlawanan antara Meksiko melawan Inggris dalam ajang 16 besar kejuaraan Piala Dunia Fédération Internationale de Football Association (FIFA) 2026, telah dilangsungkan di Stadion Azteca, kawasan Santa Ursula Coapa, wilayah Coyoacán, Mexico City, Senin (06/07/2026).
Dalam hal ini, antara Meksiko dan Inggris keduanya mengupayakan penjagaan harapan untuk lolos ke perempat final hingga mendekati laga puncak Piala Dunia 2026, pada ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Meski Meksiko mengincar kesuksesan perdana dan Inggris menetapkan target sebagai bintang kedua, namun laga keempat babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini berhasil menciptakan skor 2-3, dengan mengunggulkan posisi Inggris.
Namun di sisi lain, pelatih Thomas Tuchel sebelum pertandingan justru menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi oleh anak asuhnya terkait dengan ketinggian stadion yang sudah pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada edisi 1970 dan 1986 itu.
“Tentu saja akan menjadi kerugian besar karena kita tidak dapat beradaptasi secara fisik dalam empat hari. Itu mustahil,” ujar Tuchel dalam konferensi pers resmi sebelum laga Meksiko vs Inggris, Minggu (05/07/2026).
Melansir dari CNN Indonesia, pernyataan pelatih Tuchel yang mengaku sedikit pusing setelah sehari bermalam di Meksiko didasari pada ketinggian 2.000-an mdpl yang terjadi lantaran udaranya yang lebih tipis.
Hal tersebut diketahui mampu menjadi pengganggu atas kapasitas aerobik karena lebih sedikit yang larut secara fisik ke dalam darah sehingga tubuh sulit mendorong oksigen ke dalam sel. Artinya, stiap tarikan napas memberi lebih sedikit oksigen ke dalam tubuh.
Bagi atlet sepak bola, kondisi tersebut akan membuat mereka mengalami peningkatan detak jantung, sesak napas, dehidrasi, kelelahan yang lebih cepat dan intens, hingga pemulihan yang tertunda.
Di sisi lain, udara yang lebih tipis justru membuat bola menjadi lebih ringan karena hambatannya lebih kecil. Dengan demikian, bola dapat melaju lebih cepat serta lebih jauh sehingga mampu memengaruhi operan dan tembakan.
Menurut Tuchel, kiper dihadapkan pada tantangan yang lebih serius lantaran harus mengantisipasi perputaran dan laju bola yang lebih cepat baik dalam tembakan maupun umpan lambung. (*)











Komentar