Penyanyi Dua Lipa Buka Perpustakaan Fisik Permanen Khusus Kumpulan Buku Terlarang di Dunia

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang penyanyi kenamaan berkebangsaan Inggris, Dua Lipa, dikabarkan tengah melakukan perluasan terhadap platform literasinya, Service95, ke arah nyata melalui pembukaan perpustakaan fisik permanen bernama The Manifesto Library.

Dalam hal ini, musisi berusia 30 tahun tersebut melalui kolaborasi terbarunya menghadirkan ruang yang khusus digunakan untuk menampung sekaligus merayakan sejumlah karya kontemporer yang pernah dilarang, ditarik dari peredaran, hingga disensor oleh berbagai otoritas di dunia.

Melansir dari Republika, peresmian perpustakaan yang bertepatan dengan fesvital literasi baru bernama BABELL – City of Books ini menjadi babak baru bagi klub buku Service95, setelah berhasil didirikan sejak tiga tahun yang lalu.

Jika sebelumnya Dua Lipa membawa visi awal berupa penyebaran rekomendasi bacaan dari penulis global, kini komitmen tersebut berhasil diwujudkan ke dalam bentuk koleksi fisik yang bertempat di sebuah toko buku bersejarah, Livraria Lello di Porto, Portugal.

Menurut istri dari aktor asal Inggris, Callum Turner ini, The Manifesto Library dinilai bukan sekedar deretan rak yang berisi buku, tetapi menjadi sebuah ruang aman bagi sejumlah pemikiran kritis yang selama ini kerap dibatasi.

“Perpustakaan ini adalah tempat bagi buku-buku yang telah hilang, bagi para penulis yang keberaniannya mengungkap struktur kekuasaan dan kendali, serta bagi para pembaca yang menolak didikte tentang buku apa yang boleh mereka baca,” jelas Lipa dalam unggahan media sosial.

Perlu diketahui, kolaborasi yang diusung ini nantinya akan melahirkan sebuah ruang khusus yang menguras sebanyak 100 buku kontemporer pilihan, di mana di antaranya tercatat pernah menantang otoritas hingga menjadi pemicu terjadinya diskusi terkait kebebasan berpendapat, identitas, dan memori kolektif. (*)

 

Komentar