SMJTimes.com – Seorang komedian senior bernama Muhammad Sulaeman Harsono atau yang akrab disapa Haji Bolot, diketahui tengah menjalani perawatan lantaran terkena penyakit serangan jantung di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan.
Berdasar pada pengakuan dari asistennya yang bernama Wahyu Ramadhan, Haji Bolot disebut mengeluhkan dadanya yang terasa sesak sebelum dirinya dibawa ke rumah sakit.
“Karena keluhan itu, ‘Aduh sesak dada’, katanya. Itu awalnya dia bilang, ‘Gua pengen rontgen doang’. Cuma karena di UGD (Unit Gawat Darurat) pada waktu itu diperiksa sama dokter, ‘Wah, ini nggak bisa kalau cuman rontgen, harus diperiksa semua’,” jelas Wahyu, dilansir dari Detik.
Setelah berhasil dilakukan rontgen atau X-ray, barulah terlihat hasilnya bahwa Haji Bolot terkena serangan jantung. Meski demikian, Wahyu memastikan bahwa kondisi komedian berusia 84 tahun itu dinyatakan stabil dan sudah berada dalam keadaan sadar.
Sementara itu, pihaknya menyebut bahwa perawatan yang masih dilakukan oleh Haji Bolot di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) itu merupakan bagian dari proses pemulihan jantungnya.
Terpisah, seorang spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Dr, dr Amin Tjubandi, SpBTKV, SubspJD(K), menjelaskan bahwa sakit dada atau nyeri dada yang dialami oleh setiap penderita merupakan tanda serangan jantung yang paling umum.
Dalam penjelasannya, Amin mengatakan terkait ciri khas nyeri dada akibat penyakit jantung yang berkaitan erat dengan aktivitas. Semakin berat aktivitasnya, maka rasa nyeri dadanya akan semakin menekan dan dapat kembali mereda ketika istirahat.
“Kalau kita memang terindikasi ada penyakit jantung, itu keluhannya biasanya yang spesifik, itu nyeri dada, atau sesak napas. Jadi itu yang paling sering,” ujar Amin beberapa waktu lalu, dikutip Senin (15/06/2026).
Selain itu, tanda lainnya yang juga mengindikasikan adanya gangguan jantung adalah sesak napas yang disertai keringat dingin dengan atau tanpa keluhan sakit dada sebelumnya, apalagi yang umum dialami oleh lanjut usia (lansia) atau yang berumur lebih dari 60 tahun.
Kemudian, ciri-ciri lainnya bagi seseorang yang mengalami serangan jantung, seperti kelelahan terus menerus, nyeri ringan di dada, lengan, atau punggung atas, ketidaknyamanan di rahang atau bahu, gangguan pencernaan atau perut yang tidak nyaman, hingga sesak napas saat beraktivitas rutin. (*)











Komentar