Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Proyek Pengadaan Mukena dengan Nilai Kontrak Rp5,5 Miliar

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Presenter terkemuka Indonesia, Ruben Samuel Onsu atau yang akrab disapa Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan dalam sebuah proyek pengadaan mukena dengan nilai kontrak mencapai Rp5,5 miliar.

Melansir dari Detik, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang mengatakan bahwa proyek tersebut bermula sejak beberapa bulan sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Namun hingga kini, proyek tersebut tidak kunjung menemui titik terangnya.

Melalui salah satu temannya, Ruben dikenalkan oleh seorang pria bernama Philipus Suprihatin yang diklaim mampu menjadi jembatan atas kerja sama dengan perusahaan yang memproduksi mukena berskala besar, yaitu PT Venteny Fortuna Indo.

“Jadi Ruben bercerita bahwa beberapa bulan sebelum Lebaran, Ruben dikenalkan oleh temannya ke seseorang yang bernama Philipus Suprihatin itu yang ada dalam postingannya Ruben,” jelas Minola saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Nilai kontrak dalam perjanjian tersebut Ruben mengatakan lebih kurang Rp5,5 miliar, ya. Cukup tinggi nilai kontraknya Rp5,5 miliar,” tambahnya, dikutip Kamis (23/04/2026).

Lantaran penawaran tersebut berdekatan menjelang Hari Raya Idulfitri, jadi Ruben merasa momennya sangat tepat untuk berbisnis mukena hingga berakhir menyetujui kerja sama yang diajukan tanpa adanya rasa curiga yang berlebih.

Menanggapi persetujuan tersebut, Philipus justru langsung mendesak mantan suami penyanyi Sarwendah Tan itu dengan dalih pihak pabrik tidak akan melalui produksi jika biaya operasionalnya tidak dibayar di muka.

“Pabrik itu akan memproduksi mukena itu kalau uangnya itu bayar di muka. Jadi artinya tidak ada pabrik itu, dia bilang dia produksi dulu baru dibayar, tapi pabrik selalu ingin ada uang baru mukena diproduksi,” katanya.

Namun setelah uang berhasil diberikan oleh Ruben, kecurigaan muncul ketika janji produksi terus dimundurkan hingga momen Lebaran terlewat.

“Bagiannya Ruben sudah ditransfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo, namun PT Venteny Fortuna Indo tidak pernah mencairkan uang itu. Apa yang ditransferkan oleh Ruben pun ternyata tidak pernah diturunkan ke pabrik,” ujarnya.

Setelah menyadari adanya kesalahan yang tidak mendasar, Ruben langsung berusaha menghubungi Philipus untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pria tersebut justru menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi. (*)

Komentar