Seorang Pasukan UNIFIL Kembali Dinyatakan Gugur Setelah Terkena Peluru Mortir di Lokasi Gugurnya TNI

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali dinyatakan gugur pada Kamis (04/06/2026) pagi, akibat luka-luka yang diderita ketika sebuah peluru mortir menghantam tubuhnya di Lebanon Selatan.

Sementara itu, dua penjaga perdamaian lainnya tercatat mengalami luka-luka dalam insiden yang sama terjadi pada Rabu (03/06/2026) malam. Hingga kini, kedua penjaga perdamaian tersebut dilaporkan tengah menjalani perawatan.

“Segera setelah insiden yang terjadi tadi malam, penjaga perdamaian yang terluka parah diterbangkan ke rumah sakit di Beirut di mana ia meninggal dunia akibat luka-lukanya,” ujar UNIFIL dalam pernyataan resminya, dikutip dari Republika, Jumat (05/06/2026).

Pada penjelasannya, UNIFIL mengatakan bahwa proses penyelidikan hingga kini telah diluncurkan dengan tujuan memastikan keadaan. Meski demikian, pihaknya belum menyebut terkait asal negara dari penjaga perdamaian yang dinyatakan gugur tersebut.

Namun perlu dicatat, pasukan Indonesia dilaporkan menempati United Nations Position (UNP) yang tersebar di wilayah Sektor Timur UNIFIL di Distrik Marjayoun, termasuk kantor kontingen yang terletak di area Adshit al-Qusayr.

Sebelumnya pada akhir Maret 2026, markas kontingen Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ada di Adshit al-Qusayr, Distrik Marjayoun, menjadi sasaran dari adanya serangan artileri yang memicu kecaman internasional dari Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Insiden tersebut sempat mengakibatkan gugurnya personel TNI seperti di antaranya yang bernama Praka Farizal Rhomadhon dan sejumlah korban lainnya yang juga mengalami luka-luka.

Sementara, juru bicara PBB, Farhan Haq dalam konferensi pers Mei 2026 lalu mengatakan bahwa pihak UNIFIL telah mencatat adanya aktivitas militer dari Israel yang ekstensif sepanjang tiga hari terakhir.

“pasukan penjaga perdamaian mengamati lebih dari 1.296 lintasan atau proyektil yang dikaitkan dengan Pasukan Pertahanan Israel, dan 64 lintasan atau proyektil yang dikaitkan dengan Hizbullah,” jelas Farhan. (*)

Komentar

News Feed