SMJTimes.com – Ramainya isu terkait pengunduran diri seorang pejabat bernama Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), dibantah secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Merdeka, Jumat (05/06/2026).
Alih-alih rencana pergantian anggota kabinet, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) justru tengah melakukan koordinasi intens dalam menghadapi kondisi keuangan global, termasuk mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar milik Amerika Serikat (AS).
“Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling apa namanya koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan tentu di bawah koordinasi Kemenko (Kementerian Koordinator) Ekonomi gitu,” jelasnya.
Sebelumnya, ramainya rumor pengunduran diri tersebut terjadi setelah Purbaya menghadiri Rapat Paripurna terkait revisi Undang-Undang (UU) tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Pada rapat yang dilakukan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu, Purbaya juga tercatat mengikuti agenda penyampaian pandangan setiap fraksi DPR terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
Dalam hal ini, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan adanya realisasi terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.
Meski demikian, pihaknya menyebut jika defisit APBN berada pada level 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 22 persen (year-on-year/yoy).
“Fiskalnya bagus. Besok ada APBN KiTa, Anda boleh tanya lagi di situ. Saya akan jelaskan. Kalau nggak, saya ngulang lagi. Pada dasarnya, (fiskal) aman,” kata Purbaya. (*)


Komentar