SMJTimes.com – Ketua Komandan United States Central Command (CENTOM), Laksamana Brad Cooper, mengatakan bahwa sejumlah kapal yang terjebak di Teluk Persia akibat pembatasan navigasi Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut memberi dampak terhadap 87 negara.
Dalam hal ini, Cooper mengaku sejumlah kapal tersebut merupakan pihak netral yang tidak terlibat dengan konflik.
Oleh karena itu, pasukan AS mengambil langkah untuk melakukan komunikasi dengan puluhan kapal beserta perusahaan pelayaran untuk mendorong kembali dimulainya arus lalu lintas yang normal melalui Selat Hormuz yang dijuluki sebagai jalur perairan strategis tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump telah mengumumkan adanya “Project Freedom” yang dilakukan untuk membantu sejumlah kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan berkeinginan untuk meninggalkan kawasan tersebut di tengah ketegangan yang terus meningkat.
Atas pengumuman tersebut, CENTOM yang merupakan salah satu dari sebelas komando tempur gabungan militer AS menyatakan dukungannya, termasuk dengan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, hingga platform nirawak multi-domain.
Menurut pihak CENTOM, inisiasi tersebut telah dimulai sejak Senin pagi waktu Timur Tengah dengan melakukan pengerahan terhadap sebanyak 15.000 personel militer.
Sementara itu, operasi yang dilakukan di wilayah Selat Hormuz tersebut berjalan dengan lancar tanpa adanya serangan dari pihak manapun, sebagai bagian dari bantahan atas laporan pencegahan Iran terhadap AS.
Perlu diketahui, ketegangan Selat Hormuz disebut mampu meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia. (*)










Komentar