Geopolitik Timur Tengah Pengaruhi Harga Minyak, Tarif Gojek di Singapura Naik hingga 90 Sen

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, tepatnya antara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berhadapan dengan Iran, menghasilkan dampak berupa harga minyak dunia yang melambung tinggi. Hal tersebut berdampak pada sejumlah industri, termasuk dalam layanan transportasi.

Melansir dari CNBC Indonesia, Channel News Asia (CNA) dalam laporannya menyebut bahwa layanan transportasi Gojek Singapura akan mulai menaikkan biaya layanan sementara hingga sebesar 90 sen atau setara dengan Rp11.800, bagi setiap jarak perjalanan.

Pengumuman tersebut secara resmi dikirimkan langsung oleh Gojek melalui pesan email kepada setiap pelanggannya pada Jumat (03/04/2026) kemarin. Sementara, kebijakan tersebut mulai akan diterapkan pada 10 April hingga 31 Mei 2026 mendatang.

Dalam hal ini, Gojek menjelaskan bahwa 100% biaya akan diberikan kepada pengemudi. Hal ini dilakukan oleh perusahaan, guna memastikan pihaknya melakukan yang terbaik untuk menjaga pelayanan tetap andal dan terjangkau.

Selain Gojek, sejumlah platform transportasi online lainnya juga tercatat melakukan hal yang sama. Hal itu terjadi pada platform Tada yang menaikkan biaya tambahan secara sementara hingga sebesar 40 sen atau setara dengan Rp5.200.

Kemudian, Grab juga menyesuaikan harganya sejak 31 Maret 2026, dengan menaikkan biaya tambahan bahan bakar menjadi 90 sen dan 40 sen di tarif penumpang untuk diterapkan pada 7 April hingga 31 Mei 2026.

Strides Primer juga telah mengumumkan kenaikan harganya sebesar 1 sen tarif taksi yang diterapkan per jarak dan tarif unit berbasis waktu mulai 30 Maret 2026. Sementara, ComfortDelGro juga menerapkan biaya pengemudinya.

Meski begitu, laporan tersebut tidak menjelaskan terkait dengan negara lain seperti Indonesia yang menerapkan kebijakan serupa atau tidak. (*)

Komentar