SMJTimes.com – Sebuah akun Instagram bernama @ecommurz menyebut dalam unggahannya terkait dengan rencana penutupan aplikasi e-commerce Tokopedia yang disebut akan digantikan oleh TikTok Shop, terpisah dari TikTok.
Melansir dari CNBC Indonesia, sejumlah narasumber menyebut bahwa rencana pembuatan aplikasi khusus e-commerce TikTok Shop bahkan telah diberitahukan kepada tim teknologi di Tokopedia maupun TikTok E-commerce Indonesia.
Sementara, Juru Bicara TikTok justru hanya mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan investasi di Tokopedia maupun Indonesia, sebagai bagian dari upaya pendorongan pertumbuhan dan inosai tingat lanjut.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” jelas Juru Bicara TikTok, dikutip Sabtu (31/01/2026).
Diketahui, kabar penutupan aplikasi Tokopedia ini bertepatan setelah sepekan berita terkait TikTok yang menggeser Melissa Siska Juminto dari posisi puncaknya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia menjadi komisaris.
Melissa telah mengabdi di dalam Tokopedia sejak perusahaan e-commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya tersebut masuk di tengah bagian dari GoTo.
Namun, GoTo diketahui telah menjual sebanyak 75 persen saham Tokopedia ke sebuah induk usaha TikTik yang bernama ByteDance pada Januari 2024, untuk diakuisisi. Pengakuisisian tersebut justru menyebabkan sebanyak 420 karyawan yang mendapatkan imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) per Agustus 2025. (*)










Komentar