SMJTimes.com – Di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang terus meluas di berbagai wilayah, pemadaman internet nasional di Iran masih terus diberlakukan hingga lebih dari kurun waktu 36 jam.
Melansir dari CNBC Indonesia, kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh otoritas Ibu kota Iran, Teheran, untuk membatasi arus informasi sekaligus koordinasi massa yang ada di jalanan.
Pemadaman internet nasional di Iran masih diberlakukan hingga lebih dari 36 jam di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang terus meluas ke berbagai wilayah. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya otoritas Teheran membatasi arus informasi dan koordinasi massa di jalanan.
“Setelah malam protes lainnya yang direspons dengan represi, metrik menunjukkan pemadaman internet nasional tetap berlaku selama 36 jam,” jelas pemantau internet global, Netblocks dalam tulisannya di unggahan platform X (Twitter), dikutip (13/01/2026).
Diketahui, aksi protes yang dilakukan berdasar pada pemicu utama, yaitu kondisi anjloknya nilai mata uang rial yang terjadi sejak 28 Desember 2025 itu kini telah menyebar ke seluruh 31 provinsi yang ada di Iran.
Dari puluhan ribu masyarakat yang dilaporkan ikut turun ke jalan, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia menyebut jika sedikitnya 65 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 2.300 lainnya ditahan selama lebih dari 12 hari protes berturut-turut.
Meski begitu, Pemerintah Iran menyerukan ketegasannya untuk tidak mencabut pemadaman internet. Bahkan, Pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei melayangkan tuduhan kepada para demonstran telah melakukan tindakan di atas pengaruh asing. (*)





Komentar