SMJTimes.com – Rusaknya lingkungan di beberapa tahun terakhir memunculkan keberadaan mikroplastik yang mampu menyebar di laut, tanah, udara, bahkan di tubuh manusia.
Hal ini mengancam kesehatan manusia termasuk risiko penyakit serius seperti kanker. Dengan ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik memasuki tubuh manusia dengan tanpa sadar.
National Geographic menyebutkan pengertian mikroplastik sebagai partikel plastic yang berukuran kurang dari lima milimeter.
Mikroplastik terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Mikroplastik primer sering berkaitan dengan produk komersial seperti kosmetik, pakaian hingga jaring ikan.
Sedangkan mikroplastik sekunder tercipta dari proses degradasi sampah plastik, seperti botol air berbahan plastik yang terurai di lautan.
Cara kerja mikroplastik hingga masuk dalam tubuh manusia terjadi salah satunya praktik konsumsi makanan laut yang sudah terkontaminasi secara tidak sadar.
Partikel ini masuk dan hinggap di beberapa bagian tubuh manusia, seperti darah, air liur dan hati.
Salah satu penyakit yang terjadi akibat dampak dari masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia adalah gangguan pada paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan kesulitan bernapas.
Hal ini sering dialami oleh para pekerja konstruksi serta pekerja di lingkungan pabrik plastik.
Gangguan penyakit selanjutnya yang diakibatkan dari paparan mikroplastik secara berlebihan terjadi pada sistem reproduksi. Partikel mikroplastik mengandung senyawa kimia berbahaya seperti ftalat dan bisphenol A (BPA).
Bisphenol A diketahui mampu mengurangi jumlah sel telur yang sehat dan menurunkan kualitas sperma, sehingga memicu gangguan kesuburan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan BPA dalam mikroplastik dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala, seperti sesak napas, batuk hingga penyempitan pembuluh darah yang mampu menghambat aliran darah ke jantung.
Yang tak pernah ketinggalan, sistem pencernaan selalu rentan terkena penyakt akibat dari zat-zat jahat dari luar yang memasuki tubuh. Partikel mikroplastik mampu mengiritasi dinding usus, yang berisiko menyebabkan peradangan serta kerusakan jaringan.
Hal ini mengganggu fungsi normal sistem pencernaan, termasuk menghambat proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. (*)





Komentar