Menkes RI Ungkap Hasil CKG Tunjukkan Jutaan Masyarakat Alami Masalah Kesehatan Ini

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, mengungkap terkait hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan jutaan masyarakat RI mengalami sejumlah masalah kesehatan yang berpotensi menjadi penyakit serius.

Berdasar pada hasil skrining yang dilakukan terhadap puluhan juta peserta, temuan masalah kesehatan terbanyak di antaranya adalah tekanan darah di atas normal, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas sentral, hingga gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) per 31 Desember 2025, hasil pemeriksaan terhadap peserta CKG dengan rentang usia 18-59 tahun menunjukkan 40,7% (6,4 juta) peserta alami masalah kesehatan gigi dan mulut, 31,2% (8,9 juta) peserta alami obesitas sentral, 26% (7,4 juta) peserta memiliki tekanan darah di atas normal, 17% (4,1 juta) peserta terindikasi diabetes, dan 42,4% peserta alami kolesterol tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa temuan tersebut dijadikan sebagai alasan Pemerintah Pusat untuk melakukan perubahan terhadap fokus layanan kesehatan, dari yang semula berorientasi pada pengobatan menjadi promotif dan preventif.

Dalam hal ini, Budi mengatakan bahwa hasil CKG sebagai yang digunakan sebagai skrinning awal memperlihatkan banyaknya beban penyakit masyarakat yang selama ini justru tidak terdeteksi.

“Begitu cek kesehatan gratis kita lakukan, kelihatan sekali bahwa penyakit masyarakat kita yang tidak sehat itu angkanya jutaan-jutaan,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dilansir dari CNBC Indonesia.

Sementara itu, Budi juga menegaskan terkait kapasitas rumah sakit yang sebenarnya tidak akan cukup ketika seluruh temuan dari hasil skrining tersebut harus dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan (faskes) tindak lanjut.

“Kita tidak mungkin menampung di rumah sakit. Itu sebabnya hampir di seluruh dunia ada rule of thumb, kalau bisa masalah kesehatan 80% diselesaikan di fasilitas pelayanan tingkat pertama oleh dokter,” jelasnya, dikutip Kamis (11/06/2026). (*)

Komentar