SMJTimes.com – Mantan personil grup idola T-Ara, Ryu Hwayoung angkat bicara setelah CEO perusahaan mantan grupnya tersebut membuka kembali kontroversi yang melibatkannya di masa lalu.
Diketahui, CEO MBK Entertainment Kim Kwang Soo muncul di acara televisi dan menyebutkan bahwa para member T-ara tidak melakukan perundungan 10 tahun yang lalu kepada Ryu Hwayoung seperti yang pernah diisukan dahulu.
“Saya mengambil risiko sambil mempertimbangkan posisi Hwayoung dan Hyoyoung (saudara Hwayoung). Karena T-ara tidak melakukan kesalahan, saya terus melanjutkan kegiatan yang dijadwalkan. Saya merasa kasihan pada para anggota T-ara,” ungkapnya.
Menanggapi cerita CEO Kim Kwang Soo yang menyudutkannya, Ryu Hwayoung kemudian memberikan klarifikasi di media sosial.
“Sebagai orang yang terlibat dalam apa yang disebut insiden ‘bullying T-ara’ pada tahun 2012, saya telah menyebabkan berbagai kontroversi sosial dan menyaksikan pembubaran grup saya, T-ara, yang merupakan fondasi saya. Terlepas dari benar atau salah, saya telah banyak menyalahkan diri sendiri,” tulisnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apapun yang telah terjadi, kejadian di masa lalu membuatnya mengalami trauma hingga saat ini.
“Selama 12 tahun, saya telah hidup dengan surat merah sebagai orang yang terlibat dalam insiden ‘bullying T-ara’ tanpa menanggapi berbagai rumor yang tidak berdasar. Meskipun perpisahan itu sangat menyakitkan, aku tetap diam meskipun mengalami trauma dan merasa tidak adil karena T-ara-lah yang membuat Hwayoung menjadi seperti sekarang ini,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Ryu Hwayoung juga menyangkal pernyataan mantan CEO-nya, dan mengklarifikasi bahwa perundungan memang benar-benar terjadi di masa lampau.
“Pertama, perundungan yang aku alami itu benar. Klaim bahwa aku berpura-pura menjadi korban, mengatakan bahwa aku dirundung padahal tidak, itu salah. Sebagai anggota baru T-ara, aku bertekad untuk tidak menyakiti anggota yang sudah ada dan berusaha keras untuk berintegrasi dengan mereka,” kata Ryu Hwayoung.
“Namun, anggota T-ara yang sudah ada memperlakukanku dengan kasar secara fisik dan juga banyak kata-kata kasar. Alasan aku bertahan adalah karena aku percaya bahwa keadaan akan menjadi lebih baik jika aku bekerja lebih keras,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus perundungan Ryu Hwayoung sempat ramai pada tahun 2012, sehingga ia mendapatkan simpati dari publik.
Namun, kasus tersebut balik menyerang Hwayoung pada tahun 2017. Muncul rumor-rumor yang menyebut bahwa rumor perundungan tersebut disengaja hingga berimbas reputasi berujung pembubaran T-ara yang saat itu sedang berjaya. (*)











Komentar