SMJTimes.com – Pekerjaan sebagai content creator di platform Youtube atau Youtuber kini banyak diminati oleh banyak orang di saat platform penayangan video tersebut berkembang begitu pesatnya. Dengan hadirnya sebuah fitur Shorts, pengguna memiliki wadah baru untuk berekspresi dan menyalurkan ide. Apalagi, per 1 Februari 2023 kemarin, Short kini dapat dimonetisasi.
Dilansir dari Kompas, salah satu YouTuber bernama Zach King membagikan jumlah pendapatan yang ia terima dari konten Shorts. Pendapatan tersebut diungkap melalui tangkapan layar yang diunggah di akun Twitter @zachking.
The first official month of the #YoutubeShorts program is finished, here are my numbers. For context, this is about 2x better than TokTok monetization. And infinitely better than IG monetization. pic.twitter.com/kPIEcilggS
— Zach King (@zachking) March 1, 2023
Dari laporan tersebut, tercatat sebanyak 196,4 juta menjadi views konten yang diunggah King. Dari sana, ia menerima keuntungan sekitar 2.918 dollar AS atau setara Rp 44,61 juta dengan kurs Rp 15.290. Namun, hasil yang didapatkan tidak bisa dikatakan sebagai ‘keuntungan’ karena per 1.000 views hanya dihitung 0,02 dollar AS atau setara Rp 305,81 rupiah saja. Kendati demikian, King menilai bahwa pendapatan yang dihasilkan ini jauh lebih menguntungkan ketimbang monetisasi konten di TikTok ataupun Instagram.
“Bulan pertama di program #YouTubeShorts sudah usai, inilah pendapatan saya. Sebagai konteks, (angka) ini dua kali lebih baik dibanding monetisasi di TikTok dan jauh lebih baik daripada monetisasi di Instagram,” tulis King.
Meski pun terkesan tidak sebanding dengan jumlah views-nya, ia berusaha optimis bahwa program monetisasi di YouTube akan tumbuh positif dan menguntungkan YouTuber seperti dirinya. King mengaku tidak melihat pendapatan yang diterima dari platform YouTube, melainkan menekankan pada exposure (jumlah konten yang dilihat), CPM (cost per mille), dan biaya.
“Saat ini, hasil yang didapatkan mungkin rendah dibanding exposure (yang didapatkan). Yang mana ini memang bukan tentang hasil yang diterima. Ini tentang membangun sebuah brand. Tebakan saya, monetisasi YouTube akan tumbuh perlahan di masa mendatang dan menguntungkan kreator. Namun, exposure dan angka seperti ini mungkin akan sulit untuk dicapai,” tutup King.
Sistem Pendapatan Youtube
Di sisi lain, YouTube membayar para creator sebesar miliaran dolar AS setiap tahunnya melalui program YouTube Partner Program. Sementara itu, Shorts dijadikan sebagai wadah untuk terus menyajikan konten menarik sesuai minat pengguna. Penggabungan keduanya melalui program monetisasi memungkinkan YouTube mengalami pertumbuhah yang lebih signifikan.
Cara memonetisasi konten Shorts bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri ke program YouTube Partner Program (YPP) dan menyetujui bagian Shorts Monetization Module. Namun, tidak semua content creator dapat memonetisasi kontennya. Ada syarat yang perlu dipenuhi terlebih dahulu, yaitu kreator harus memiliki 10 juta penayangan (views) dalam waktu 90 hari atau memiliki minimal 1.000 subscriber.
Youtube akan memunculkan iklan di antara video YouTube Shorts di Shorts Feeds untuk sistem bagi hasil. Pendapatan dari iklan yang muncul di antara video Shorts milik kreator ini akan diakumulasi terlebih dahulu, sebelum didistribusikan ke kreator.
Pihak Youtube akan memotong untuk biaya lisensi musik, bila Shorts menggunakan musik. Setelah itu, kreator akan mendapatkan 45 persen dari pendapatan, yang didistribusikan berdasarkan total penayangan Shorts miliknya.



Komentar