oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Ditegur Gegara Parkir Semrawut

Pati, SMJTimes.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati mendapatkan teguran dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Pati terkait parkir yang semrawut di area Jalan Pangeran Diponegoro.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional Dishub Pati, Nita Agustiningtyas memaparkan Jalan Pangeran Diponegoro yang merupakan jalur provinsi, banyak dipakai parkir kendaraan DKK Pati sampai memakan sebagian jalan satu arah yang membuat jalur tersebut sering mengalami kemacetan.

Pihak Dishub juga telah memberikan surat peringatan ke DKK Pati terkait parkir di depan kantor tersebut yang memakan sebagian bahu jalan.

” Hal itu sudah kita ingatkan ke Dinkes, sudah kita ingatkan lewat surat, dua kali bahkan. Tapi memang kapasitas parkir di dalam Dinkes sendiri kurang, jadi memang parkir di jalan, ” Ucap Nita, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga :   Distribusi Pupuk Tingkat Kecamatan Perlu Dibenahi

Kendati demikian, pihak Dishub Pati tidak tinggal diam. Secara rutin, menurut Nita, petugas Dishub melakukan patroli di lokasi-lokasi yang biasanya menjadi tempat parkir sembarangan. Juru parkir yang bertugas pun diberi pembinaan agar bisa lebih tertib mengarahkan pengendara memarkirkan kendaraannya di lokasi yang diperbolehkan.

” Untuk mengurangi kesemrawutan parkir, kami sering lakukan patroli rutin dan pembinaan juru parkir agar lebih tertib, ” jelasnya.

Selain itu, Dishub Kabupaten Pati telah mengantongi titik-titik lokasi yang parkir kendaraannya semrawut. Beberapa diantaranya disebabkan karena munculnya pedagang kaki lima maupun warung makan baru yang tidak dilengkapi lahan parkir memadai.

Lanjut Nita, semrawutnya parkir di lokasi tersebut disebabkan banyaknya pembeli yang ingin memarkirkan kendaraannya sedekat mungkin dengan lokasi yang dituju. Membuat pergerakan lalu lintas di lokasi tersebut sedikit tersendat.

Baca Juga :   Menjelang Liga 3, Persipa Pati Tingkatkan Latihan Fisik Pemain

” Seperti di Jalan Dr. Soetomo. Muncul banyak warung, toko, hampir sepanjang jalan itu sekarang untuk usaha. Dulu relatif sepi, tapi sekarang ramai sekali. Kendaraan yang parkir, keluar masuk, menghambat lalu lintas, ” tandas Nita. (*)

Komentar