oleh

Dewan Pati Komentari Kenaikan Harga Daging Ayam

Pati, SMJTimes.com – Melalui Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati yang membidangi Pangan, Pertanian, kelautan, ekonomi serta keuangan, melonjaknya harga daging ayam disebabkan oleh pengurangan produksi peternak di masa pandemi.

“Hukum pasar antara suplai (ketersediaan) dan demand (permintaan) berlaku di perniagaan, sehingga harga kebutuhan tergantung tersedianya barang yg dibutuhkan, Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan peternak ayam pedaging banyak yang mengurangi jumlah ternaknya,” ujar M. Nur Sukarno selaku Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar pada Selasa (8/3/2022).

Dewan Pati Komentari Kenaikan Harga Daging Ayam

Kenaikan harga daging ayam juga dikarenakan kebutuhan yang meningkat jelang bulan Ramadan, sedangkan pasokan yang ada tidak mencukupi.

Anggota Dewan juga mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab), agar selalu memantau pergerakan harga yang ada di pasaran.

Baca Juga :   Angka Kecelakaan di Pati Tinggi, Dewan Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Lalu Lintas

Hal ini ditujukan agar tidak memberatkan masyarakat-masyarakat Kabupaten Pati, serta kestabilan harga bisa lebih ditekan.

“Saya berharap Pemkab turut memantau harga bahan pokok serta daging ayam dipasaran, agar tidak terlampau tinggi kenaikannya menjelang ramadhan tahun ini,” ujar Sukarno.

Diketahui, sebelumnya harga daging ayam berkisar Rp25-26 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp35 ribu per kilogramnya.

“Pastinya dengan siklus seperti ini banyak orang yang membutuhkan daging ayam, peternak mengurangi produksinya dapat dipastikan harga tersebut akan terus merangkak naik, semoga saja bisa terkendali,” pungkas Sukarno. (*)

 

Komentar

News Feed