oleh

Dinlutkan Patok Target Rp 15 Miliar untuk Sumbang PAD Rembang

Rembang, SMJTimes.com – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) sebesar Rp 15 miliar.

Menurut Sekretaris Dinlutkan Kabupaten Rembang Sunyoto, capaian tersebut meningkat dibanding tahun 2021. Diketahui, pada tahun lalu Dinlutkan dipatok memenuhi PAD sebesar Rp 10 miliar.

“Capaian PAD yang dipatok Dinlutkan mengalami kenaikkan Rp 5 miliar,” ujarnya kepada SMJTimes.com, Rabu (2/2/2022) hari ini.

Untuk mencapai target pendapatan yang sudah ditentukan, pihaknya akan memaksimalkan sektor perikanan maupun hasil laut yang dimiliki Rembang.

“Untuk pencapaian Dinlutkan yang tercapai tahun lalu sekitar Rp 9,6 Miliar, kalaupun tahun ini bisa seperti tahun kemarin, itu artinya kita bisa lebih memanfaatkan peluang untuk pencapaian PAD di beberapa sektor,” ungkap Sunyoto saat diwawancarai di kantornya.

Baca Juga :   MPP Terpadu Rembang Dianggarkan Rp5,2 Miliar

Pihaknya akan memaksimalkan retribursi kapal freezer yang ada di Kecamatan Sarang dan Kecamatan Kragan. Pasalnya, masih ada lebih dari 30 kapal yang belum berkontribusi terhadap Pemkab Rembang.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana akan menerapkan biaya retribusi pada nelayan-nelayan kecil yang ada di pesisir Rembang.

Selain itu, menurut Kepala Dinlutkan Kabupaten Rembang Moch. Sofyan Cholid, Dinlutkan sendiri akan memaksimalkan hasil dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang memberikan kontribusi besar bagi PAD. Sedangkan, kontribusi dari tambak garam masih belum bisa memberikan kontribusi besar.

“Dari sektor garam belum bisa memberikan PAD yang besar ke Pemkab, tapi adanya lelang ikan di TPI ini bisa memberikan PAD. Dan Dinlutkan bisa memantau karena TPI itu menggunakan fasilitas dari Dinlutkan,” kata Cholid.

Baca Juga :   Karmani, Sosok Veteran Kebanggaan Warga Rembang

Ia menambahkan, garam masih diupayakan untuk mendongkrak PAD, namun masih membutuhkan proses yang panjang karena garam bergantung pada kondisi alam, seperti cuaca, suhu dan harga pasar yang tidak stabil. (*)

Komentar

News Feed