oleh

Masuk Puncak Musim Hujan, Dewan Ajak Masyarakat Waspadai Banjir

Pati, SMJTimes.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong masyarakat Kabupaten Pati untuk meningkatkan kewaspadaan di masa-masa puncak musim penghujan.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endang Sri Wahyuningati, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan guna antisipasi datangnya bencana banjir. Apalagi beberapa titik di wilayah Pati sering dilanda bencana musiman tersebut.

“Kehati-hatian semestinya ditingkatkan, apalagi di beberapa wilayah Pati sering terkena banjir, baik banjir karena luapan sungai maupun banjir karena minimnya area resapan air,” ungkap wanita yang kerap disapa Bu Ning itu belum lama ini.

Ia mencontohkan, adanya banjir di Kayen, Tambakromo, Jakenan, dan sejumlah tempat lainnya sering menjadi masalah utama.

Baca Juga :   Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Merugi

“Ada hujan beberapa jam saja, genangan air sudah meluap dan berpotensi menimbulkan banjir terutama di jalan-jalan maupun di dekat pemukiman warga,” imbuhnya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyampaikan kepada khalayak agar bersama-sama menjaga keselamatan diri dan lingkungan agar datangnya bencana bisa dapat dicegah secara dini.

Masuk Puncak Musim Hujan, Dewan Ajak Masyarakat Waspadai Banjir

Dalam sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Pati kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.

Kembali meningkatnya curah hujan di Pati membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati bergegas ajak elemen masyarakat menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar agar tidak terjadi risiko bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyampaikan agar masyarakat Kabupaten Pati meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kelestarian pohon dan hutan-hutan di lereng perbukitan maupun pegunungan.

Baca Juga :   Kedelai Langka, Dispertan Pati: Masuk Isu Global

“Kepada warga masyarakat Kabupaten Pati, mari tingkatkan kewaspadaan termasuk mengantisipasi risiko terjadinya banjir. Mari tetap menjaga kelestarian hutan sebagai daerah tangkapan hujan agar tidak terjadi banjir bandang dari Kendeng maupun Muria,” pesanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan dalam hal menjaaga kebersihan, khususnya membuang sampah. Ia mengimbau supaya masyarakat tidak membuang sampah di sungai, di selokan maupun di tempat umum agar aliran air tidak terhambat.

“Masyarakat harus bijaksana dalam hal mengurangi populasi sampah. Jangan membuang sampah sembarangan. Nanti bisa terjadi banjir seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” imbuhnya. (*)

Komentar

News Feed