oleh

Dinporapar Pati Tunjuk Gunungsari Menjadi Desa Wisata

Pati, SMJTimes.com – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mengunjungi kawasan hutan pinus di kawasan wisata Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu.

Kunjungan ini dalam rangka mempersiapkan destinasi wisata baru di wilayah setempat yang akan dilaunching tahun depan.

Dalam kunjungannya, rombongan Dinporapar Kabupaten Pati melakukan sejumlah agenda, diantaranya bersih-bersih tempat wisata, membagikan masker dan pengadaan fasilitas kebersihan.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pati, Rekso Soehartono dalam penjelasannya mengatakan acara tersebut dimaksudkan untuk survey kesiapan desa wisata.

“Kami dari dinas, ada kegiatan bertemu dengan mitra dan bersih-bersih desa wisata, bersama Dinporapar dan kades serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Bersama-sama melakukan kegiatan bersih desa sekaligus penyerahan tong sampah,” ungkap Rekso.

Baca Juga :   Konstratani Transformasi BPP Dispertan Pati

“Ada sembilan tong sampah. Dengan tujuan ke depan untuk desa bisa memberikan pendapatan asli desa bahkan untuk pendapatan ke daerah, ” imbuhnya.

Rekso menambahkan, selain di lokasi tersebut akan ada 25 desa wisata baru di Pati yang siap diresmikan.

Namun, hingga kini pembinaan calon destinasi wisata hanya sosialisasi saja, belum sampai membantu pengadaan sarana prasarana. Pasalnya, anggaran di Dinporapar semakin menipis lantaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Karena terbatasnya anggaran, kita masih bersifat sosialisasi. Ke depan bisa dianggarkan dari dana desa. Atau, bersama-sama mengajukan aspirasi dewan. Atau, bantuan keuangan provinsi atau kementerian, ” tambahnya.

Terkait calon Desa Wisata Gunungsari, ia memberi catatan mengenai ketersediaan lahan parkir yang menurutnya terlalu sempit.

Baca Juga :   Pemuda Desa Winong Kerap Sosialisasikan Protokol Kesehatan Melalui Bersepeda

Di sisi lain, Kepala Desa Gunungsari Sudadi mengungkapkan kegembiraanya terkait rencana dari pihak dinas. Ia berharap dengan pencanangan desa wisata tersebut membantu penduduk sekitar. Terutama sektor ekonomi.

Sudadi mengaku, tempatnya menawarkan wisata alam yang cukup potensial. Ia bahkan menyebut sebelum adanya pandemi, pengunjung yang datang menyentuh angka dua ribuan per tahun.

“Sangat berterimakasih dengan adanya acara ini, mudah-mudahan desa kita yang dicanangkan sebagai desa wisata bisa memberi dampak pada ekonomi masyarakat dan semakin tumbuh. Karena sejak tahun 2017, per bulan pengujung mencapai 2.000 lebih,” tandasnya. (*)

Komentar

News Feed