oleh

Perlu Adanya Koordinasi Antar Ketua Pokdar Wilayah

Semarang, SMJTimes.com – Dalam rangka Rakornis Dit Binmas dengan Pengurus Daerah Pokdarkamtibmas Jawa Tengah yang diikuti Para Ketua dan Sekretaris Pokdar Kamtibmas Polres di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah serta dihadiri Dir Binmas Polda Jateng dan Polres Jajaran Polda Jateng sebagai Pembina fungsi Pokdar Kamtibmas di Hotel Quest Semarang, Selasa (9/11/2021).

Ketua Pokdarkamtibmas Jawa Tengah, Lukman Muhajir, S.H. M.H. yang merupakan seorang Advokat kelahiran Rembang mengatakan, tujuan Rakornis Pokdar Kamtibmas kali ini adalah  konsolidasi kepada pimpinan resor Pokdar Kamtibmas se-Kabupaten/Kota setelah satu tahun dikukuhkan di Hotel Quest Semarang.

“Dimana kita dilahirkan saat negara mengalami suasana pandemic, dimana negara sedang ngeri-ngerinya, dimana kita perlu ekstra hati-hati,” tutur Lukman Muhajir yang akrab disapa Mas Lukman kepada awak media.

Baca Juga :   Musim Kemarau yang Dingin, Begini Penjelasan Ilmiahnya

“Karena tidak mungkin setiap bulan bisa sambang atau anjangsana ke kabupaten/kota, oleh karenanya melalui acara Rakornis Pokdar Kamtibmas siang ini bisa menjadi forum dan media konsolidasi, bisa kumpul ,” tegasnya.

Acara Pokdar Kamtibmas yang diikuti oleh seluruh pengurus 35 kabupaten/kota dimana ada Ketua, Sekretaris dan pembina dari Polres masing-masing. Diharapkan dalam konsolidasi dan koordinasi program dapat tersosialisasikan dengan baik, serta dapat diimplementasikan di tiap kabupaten/kota.

“Oleh karena itu, butuh bertemu demi menjamin efektifitas dalam target kedepan. Akan fokus untuk membantu Polri dalam keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kita akan mendirikan pospam di tiap-tiap titik rawan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ungkap

Baca Juga :   20 Rumah Ibadah di Semarang dapat Bantuan Dana Hibah

“Dimasa pandemi ini kita harus waspada natal dan tahun baru puncak puncaknya kerawanan” ungkapnya.

Lukman berharap ke depan, anggota yang saat ini menjabat di tiap kabupaten/kota bisa berkoordinasi dengan Toga (tokoh agama) dan Tomas (tokoh masyarakat) di kecamatan-kecamatan maupun di desa-desa di wilayah kabupaten/kota tersebut.

“Artinya, Toga maupun Tomas adalah orang yang perlu sekali disowani dan kita rangkul diajak bersama-sama untuk bergandengan dan bergerak bersama menciptakan kondusifitas wilayah di tiap kabupaten/kota,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed