oleh

Puspaga Dinsos PPKB Rembang Lakukan Pelatihan Pra-nikah

Rembang, SMJTimes.com – Pusat Pembinaan Keluarga (Puspaga) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang lakukan pelatih pra-nikah hari ini, senin (8/11/2021). Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir perkawinan usia dini.

Perkawinan usia anak masih menjadi salah satu problematika di Indonesia. Peraturan terbaru menyatakan, usia di bawah 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan dispensasi nikah terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bekerjasama dengan beberapa pihak, untuk mengantisipasi perkawinan usia anak.

“Jadi tahun 2020 kemarin kita ada MoU terbaru lagi dari Pemkab bersama dengan Pengadilan Agama (PA) terkait dengan dispensasi nikah. Kami (Dinsos PPKB Rembang) ibaratnya sebagai pelaksana,” ujar Yulidar selaku Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Anak Dinsos PPKB Kabupaten Rembang.

Baca Juga :   Pemuda Desa Gunem Adakan Forum Sinau Bareng

Puspaga Dinsos PPKB Rembang Lakukan Pelatihan Pra-nikah

Salah satu kerjasama yang dilakukan Pemkab Rembang untuk meminimalisir perkawinan usia anak adalah dengan memberikan pelatihan pra-nikah kepada calon pasangan pengantin. Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui Pusat Pembinaan Keluarga (Puspaga) Dinsos PPKB Kabupaten Rembang.

Pelatihan tersebut diisi oleh konselor pernikahan yang bersumber dari internal Tim Puspaga Dinsos PPKB Kabupaten Rembang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing.

“Kami ada tim-nya untuk Puspaga ini, ya sesuai dengan bidangnya juga. Ada yang memberikan pelatihan agama, pengelolaan keuangan, cara mengasuh anak, dan lain-lain” kata Yulidar.

Sebagai contoh pada hari ini, dilakukan pelatihan pra-nikah dengan materi keagamaan. Para peserta terdiri dari sembilan pasangan dari seluruh wilayah di Kabupaten Rembang.

Baca Juga :   Omicron Buat Pemkab Rembang Lakukan Operasi Yustisi

“Sejauh ini para peserta antusias sekali mengikuti pelatihan. Mungkin karena mereka di sini kan sukarela. Sedangkan kalau di sekolah kan ditarget ada UTS dan lain sebagainya. Jadinya mereka senang dapat ilmu baru” ungkap Yulidar.

Dinsos PPKB Kabupaten Rembang berharap adanya program ini mampu meminimalisir peningkatan perkawinan usia anak di Rembang, serta bisa menyadarkan anak akan resiko setelah mereka menikah. (*)

Komentar

News Feed