oleh

Dintanpan Rembang Kembangkan Irigasi Tetes dan Sumur Pantai

Rembang, SMJTimes.com – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mencanangkan program teknologi pertanian melalui irigasi tetes dan sumur pantai. Program ini berguna untuk kesejahteraan petani Rembang dalam memaksimalkan hasil pertanian.

Menurut Plt Kepala Dintanpan, Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto, menjelaskan jika irigasi tetes ini berfungsi untuk mengoptimalkan pengairan demi tumbuhkembang tanaman pertanian, khususnya tanaman holtikultura, seperti sayur dan buah-buahan.

“Di lapangan, program ini dinilai berhasil. Kualitas buah dan sayur pasca dipanen hasilnya bagus,” ujarnya.
Dintanpan Rembang Kembangkan Irigasi Tetes dan Sumur Pantai

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program selanjutnya ialah sumur pantai, program tersebut terlaksana dengan melakukan pengeboran di wilayah pinggir pantai. Pasalnya, pertanian di wilayah pinggir pantai tidak kalah baik dengan di daerah irigasi tetes.

Baca Juga :   Pemkab Rembang Bakal Gaet Nakes dari Sejumlah Perguruan Tinggi

“Perpaduan antara teknologi pertanian dan hasil panen sangat bersinergi,”tandasnya.

“Irigasi tetes dan sumur pantai memudahkan masyarakat untuk mengembangkan hasil pertanian yang nantinya dapat dijadikan unggulan oleh Kabupaten Rembang,”ungkap Agus kepada SMJTimes.com, Kamis (21/10/2021).

Program tersebut dilakukan agar masyarakat lebih maju dalam mengembangkan mata pencahariannya sebagai petani. Program tersebut terwujud untuk ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, ketahanan pangan dapat dikembangkan menjadi komoditas agribisnis daerah tersebut melalui agenda – agenda yang dilaksanakan pemerintah.

Ia menambahkan bahwa agribisnis bias mengembangkan dan kesejahteraan roda perekonomian masyarakat. Ia menyebutkan, ada pasar tani yang menjadi contoh agenda dinas.

“Untuk memperkenalkan hasil pertanian bahkan olahan pertanian untuk diperjualbelikan. Pasar tani sangat bagus. Pasar tani menjualkan hasil pertanian dengan harga ekonomis karena pertanian berkembang dengan program – program pemerintah,” ujarnya saat diwawancarai.

Baca Juga :   Kemdikbudristek Danai Pagelaran Seni di Lasem

Hasil pertanian yang diperjualbelikan meliputi padi, jagung, alpukat, kelor, durian, sukun, jambu biji dan tembakau.

Ia berharap terselenggaranya program teknologi pertanian dapat dikembangkan agar pertanian Rembang berkembang pesat. Hal ini dikarenakan, teknologi tersebut menjadikan  petani tradisional beralih menuju petani modern. Petani modern dibutuhkan untuk memangkas waktu dan biaya tanam hingga produksi sehingga hasil yang didapat tepat guna dan memuaskan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berharap, program tersebut dapat membawa petani makmur dan sejahtera. Kesulitan yang dihadapi dipermudah dengan teknologi modern tersebut. Iwan menyebut, keberhasilan petani dalam bercocok tanam merupakan tugas pemerintah sehingga petani dapat kreatif dan berinovasi memunculkan ide – ide pertanian di tengah pandemi. (*)

Baca Juga :   Tradisi Penjamasan Bende Becak Berlangsung Terbatas

Komentar

News Feed