oleh

Penyebab Digital Start-Up di Pati Masih Jarang

Pati, SMJTimes.com– Minat  warga Pati untuk merintis Digital Start Up masih kurang. Kendati demikian Pati tak kekurangan talenta digitalnya. Para pegiat teknologi lebih suka bergerak sendiri menjadi freelencer atau karyawan di perusahaan luar daerah.

Hal ini disampaiaknan oleh  Putut Kuncoro, Kepala Seksi Pelayanan Pengelolaan dan Pengembangan Aplikasi pada Dinas Komunikasi, Informatika, (Diskominfo) Pati.

“Untuk sekarang kita belum memonitor secara khusus, tapi di Pati perkembangannya sendiri tidak banyak. Untuk software house dan developer banyak tapi yang kecil-kecil kalau yang serius baru V-Jek  (perusahaan ojek online buatan warga Pati)” kata Putut kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya kemarin.

Startup digital bisa diartikan sebagai perusahaan rintisan yang menghasilkan produk dalam bidang teknologi digital. Di masa pandemi, secara nasional perusahaan-perusahan digital ini mengalami perkembangan yang pesat seiring dibatasinya kegiatan masyarakat

Baca Juga :   Kemenag Pati Nantikan Instruksi Kanwil Jateng Dalam Menyambut HSN 2021

Putut menjelaskan minimnya minat warga Pati untuk merintis perusahaan digital disebabkan karena sulitnya mencari akses permodalan atau investor.

“Kemarin V-jek sudah presentasi ke kita. Cuman kita tidak bisa membantu dari sisi infrastruktur untuk membantu server. Soalnya perusahan swasta itu tidak masuk instansi pemerintahan. Idealnya Ojol itu kan punya server sendiri,” terang Putut.

Kendati demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tetap mendorong tumbuhnya start-up digital di daerah. Dukungan ini diwujudkan dengan membantu media promosi.

Putut menjelaskan eksistensi perusahan digital juga menjadi indikator berhasilnya program smart city (Kota Cerdas) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Selain promosi Pemkab Pati juga menyederhanakan business process pendirian badan usaha dan pemberian legalitas kepada perusahaan perseorangan.

Baca Juga :   Gelar Jumat Berkah, Persit Pati Gandeng Koramil Juwana

“Untuk prosedurnya kita mengikuti. Cukup OSS (Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik). Kalau persyaratan secara khusus untuk membuat perusahaan teknologi, aplikasi tidak ada. Seperti membuat CV biasa saja,” tandas Putut. (*)

Komentar

News Feed