oleh

Refocusing Anggaran Dana Covid-19 di Pati Senilai Rp105 Miliar

Pati, SMJTimes.comRefocusing untuk penanganan pandemi Covid-19 di Bumi Mina Tani mencapai Rp105 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ali Badrudin.

“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun yang di-refocusing oleh Pemerintah Daerah untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp105 miliar,” ujar Ali saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Anggaran ini berasal dari berbagai anggaran belanja yang seharusnya dibelanjakan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Refocusing ini juga membuat anggaran untuk pokok pikiran (pokir) dewan nihil alias nol rupiah.

“Terkait pokir teman-temen anggota DPRD yang dicatatkan dari reses, yang dari sidang itu tidak bisa terlaksana karena APBD tahun 2021 Kabupaten Pati tidak ada. Banyak yang dipergunakan untuk Covid-19,” ucap Ali, awal pekan ini.

Baca Juga :   Dewan Minta Pemerintah Dukung Petani Hortikultura

Keputusan ini disepakati dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Sabtu, (21/8/2021) lalu. Dalam rapat itu Bupati Pati Haryanto dan pimpinan dewan menandatangani perubahan APBD 2021.

Ali mengungkapkan, selain dana dari pemerintah daerah, dana dari pemerint pusat juga mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. “Yang di-refocusing dari pusat sendiri banyak yang dikurangi akibat Covid-19 ini,” ujar Ali.

Anggaran dari pusat yang diberikan untuk pemerintah daerah sendiri, lanjut Ali, masih mempunyai kemungkinan terjadi sejumlah pemangkasan. Pihaknya akan menyesuaikan peraturan dari kementerian terkait.

“Yang dari pusat sendiri sesuai dengan kebijakan kementerian keuangan banyak yang dari DAK, DAO itu banyak yang di-refocusing dari pemerintah pusat. Dan ini pun masih tidak menutup kemungkinan ini ya, karena ini baru berjalan 8 bulan masih sisa 4 bulan tidak menutup kemungkinan lagi masih ada refocusing dari pusat,” tandas Ali.

Baca Juga :   Pekerja Eks-Lokalisasi Tak Dapat Dana Kompensasi

Dana refocusing ini nantinya diperuntukkan untuk percepatan vaksinasi, tes swab antigen, keperluan tracing, testing dan treatment. Saat ini, vaksinasi di Kabupaten Pati digencarkan. Masyarakat berebut antrean untuk mengikuti vaksinasi. Hal ini dikarenakan vaksin mengalami keterbatasan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Refocusing untuk Penanganan Covid-19 di Pati Capai Rp105 Miliar”

Komentar

News Feed