oleh

Menjelang Hari Kemerdekaan, Penjualan Bendera Anjlok di Masa Pandemi

Pati, SMJTimes.com – Mendekati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, penjual bendera merah putih menjamur di pinggir jalan di Kabupaten Pati. Namun para penjual bendera juga tak luput dari imbas pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sepinya pembeli.

Thoi Supriyanto salah satu penjual bendera di depan Pasar Puri Baru Pati mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan tahun ini menurun hingga lima puluh persen.

Biasanya dalam seminggu pertama ia mampu menjual sebanyak 2 karung, namun kini hingga mendekati tanggal 17 ia hanya mampu menjual satu karung.

“Penjualan menurun Mas. Biasanya bisa seminggu bisa jual dua karung. Sekarang satu karung saja sulit,” ujarnya.

Thoi menjelaskan, beberapa barang yang ia jajakan diantaranya umbul-umbul, bendera dan juga background merah-putih. Untuk harga pun bervariasi yaitu kisaran Rp20 ribu sampai dengan Rp200 ribu.

Baca Juga :   BOR Rumah Sakit Pati Capai 80 Persen

Supriyanto mengaku, barang dagangan yang dijualnya berasal dari Garut, Jawa Barat. Ia yang berasal dari Cirebon ini sudah berada di Kabupaten Pati sejak tanggal 1 Agustus dan biasanya akan pulang pada tanggal 16 nanti.

“Harganya bervariasi, dari Rp20 ribu sampai ada juga yang Rp200 ribu. Barang dari Garut,” ungkapnya.

Thoi pun berharap pandemi segera berakhir agar semua kembali normal dan aktivitas kembali seperti sedia kala. Terlebih pandemi berimbas kepada pedagang kecil seperti dirinya.

Untuk dikEtahui, Pemerintah telah memutuskan untuk perpanjang PPKM mulai tanggal 10-16 Agustus untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19 khususnya varian Delta. PPKM ini sudah berlangsung lebih dari satu bulan terakhir. (*)

Baca Juga :   Harga Komoditas Pangan dan Holtikultura Cenderung Stabil

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Imbas PPKM, Penjualan Bendera di Pati Turun 50 Persen”

Komentar

News Feed