oleh

Bareskrim Berhasil Menguak 34 Kasus Penimbunan Obat Terapi Covid-19

SMJTimes.com – Kepolisian terus usut kasus dugaan penimbunan obat terapi Covid-19 dan modifikasi tabung APAR (alat pemadam api ringan) menjadi tabung oksigen.Bareskrim Polri kembali menguak satu kasus baru setelah berhasil mengungkap 33 kasus penimbunan obat dan modifikasi tabung.

“Saya update lagi terbaru, ada 34 kasus yang diungkap Bareskrim dan jajaran Polda. Dari pengungkapan ini setelah dilakukan pendalaman, motif utamanya ingin mendapatkan keuntungan atau motif ekonomi,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika melansir PMJ News.

Helmy menjelaskan, tiap tersangka diketahui mengambil keuntungan yang sangat besar dengan menjual obat ataupun tabung dengan perbedaan harga yang tinggi dari aturan yang ditetapkan.

Baca Juga :   Tingkatkan Keamanan di Bulan Ramadan, Polisi Gencar Operasi Yustisi

“Variatif ya, contohnya harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp7.000 per butir tapi dia jual kisaran Rp100-150 ribu. Ini range-nya terlalu jauh. Ada juga obatnya yg mahal tapi masuk aturan Kementerian Kesehatan yang 11 obat tersebut, sudah relatif mahal harganya sekitar Rp2-3 juta karena diimpor, kemudian di lapangan bisa 40-50 juta,” terangnya.

Helmy menuturkan, jika untuk tabung gas oksigen ini, rata-rata keuntungan yg diperoleh Rp3-5 juta per tabung. Sementara modalnya yang dikeluarkan hanya Rp300-700 ribu saja.

Terkait dengan banyaknya oknum-oknum yang terus bermunculan untuk memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 dengan menimbun obat dan menjual dengan harga tinggi sekaligus memodifikasi tabung, Helmy menyebut pihaknya tidak akan lengah dan terus bekerja sama dengan pihak terkait guna mengungkap kasus tersebut.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Gerombolan Perampasan dengan Modus Tuduh Curi HP

“Sejauh ini dalam kegiatan rutin kita, kita lakukan kerjasama dengan BPOM, Bea Cukai, gabungan Pedagang Besar Farmasi, Kementerian Kesehatan, serta Apotik untuk ketersediaan obat menjadi ada, kalau sudah ada harga menjadi turun. Sehingga masyarakat yang dapat menerima manfaatnya,” lanjutnya.

“Adapun bagi masyarakat yang mengetahui adanya penimbunan atau penipuan tabung dapat melapor ke Polsek, Polres, Polda setempat atau melalui call center kami di 110. Kami harap, masyarakat saat ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak melakukan panic buying dengan menimbun atau membeli obat untuk stok di rumah,” tandasnya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Polisi Usut Kasus Penimbunan Obat Terapi Covid-19 dan Modifikasi Tabung Oksigen”

Komentar

News Feed