oleh

Kadisdikpora Rembang Tepis Pemberitaan ‘Kajari Minta Jatah’

Rembang, SMJTimes.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rembang, Mardi angkat suara menanggapi berita miring yang beredar tempo hari. Ia membantah pemberitaan yang mencatut nama instansi yang ia pimpin.

Sebelum, pihaknya di beritakan bahwa Kajari meminta jatah proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 ke Disdikpora. Berita itu sendiri dilansir pada salah satu kanal yang terbit pada Senin 28 Juni kemarin, dengan judul “Miris!! Kadisdikpora Rembang Berkoar Kajari Minta Jatah Proyek DAK Tahun 2021”.

“Jadi perlu saya klarifikasi bahwa pemberitaan yang mengatakan Disdikpora berkoar Kajari minta jatah di tahun 2021, tidak benar adanya,” Terang Mardi di hadapan awak media.

Baca Juga :   Rembang Bakal Terapkan PPKM Mikro 9 Februari Mendatang

Sebaliknya, Lanjut Mardi, oknum yang menyebarkan rumor tersebut yang justru minta jatah kepada dirinya. Ia menjelaskan tidak hanya sekali, kehadiran oknum disebut Mardi terhitung lebih dari lima kali datang.

“Justru oknum inilah yang mendatangi saya berkali-kali, lebih 5 kali yang justru minta proyek. Dan permintaan saya tidak saya penuhi, saya menyarankan kalau ingin mengikuti kegiatan silahkan mendaftarkan secara prosedural. Ikuti secara prosedural mekanisme pengadaan barang dan jasa,” imbuhnya.

Bahkan, menurut kajari sebelumnya mendapat ancaman berupa penayangan berita. Untuk menekannya dan membenturkan dengan pihak lain. Ancaman tersebut bahkan sudah berlangsung Selasa minggu lalu.

“Nah namun datang berkali-kali tapi saya tidak dapat memenui, sesuai permintaannya saya di WA ada nada ancaman. Kalau ini tidak memenuhi itu saya buat ramai, jangan main-main dengan saya,” imbuh Mardi.

Baca Juga :   Pemkab Rembang Adakan Persiapan Upacara Hari Pahlawan Hari Ini

Mardi sendiri menyebutkan oknum yang sering datang menemuinya tersebut berjumlah dua orang. Dengan insial TJ dan T yang notabene tidak asli warga Rembang sendiri.

Untuk berita yang telah terbit, ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa diwawancarai oleh kedua oknum tersebut. “Tidak wawancara ndak apa,” tegasnya.

Untuk saat ini, saat disinggung langkah berikutnya, Mardi mengatakan baru melakukan koordinasi terkait hal tersebut dengan pihak terkait. Termasuk dengan pihak Kajari.

“Jadi terkait tindak lanjutnya mengikuti perkembangan, nanti saya konsultasi lebih dulu ke pihak-pihak yang paham dengan hukum,” pungkasnya. (Adv)

 

Komentar

News Feed