oleh

5 Jenis Makanan Bisa Lemahkan Imunitas Tubuh

SMJTimes.com – Menjaga kekebalan tubuh tetap prima sangatlah penting di tengah kondisi pandemi yang semakin mengganas.  Terlebih berbagai varian baru Covid-19 digadang-gadang telah memasuki beberapa kawasan di Indonesia.

Asupan makanan yang sehat menjadi salah satu penunjang agar imunitas tubuh tetap kuat. Mengonsumsi makanan dengan gizi pun dianjurkan ditopang dengan sejumlah suplemen vitamin.

Namun, perlu diketahui, sejumlah makanan justru bisa menjatuhkan imunitas tubuh. Berikut ini beberapa makanan yang patut dihindari agar imunitas tubuh tetap kuat.

  1. Makanan tinggi gula

Makanan yang mengandung tinggi gula dapat meningkatkan protein inflamasi yang secara negatif memengaruhi fungsi kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, memiliki kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat rspons neutrophil dan fagosit, dua jenis sel kekebalan yang membantu melindungi terhadap infeksi virus.

Baca Juga :   Dinkes Pati: Antusiasme Vaksinasi Warga Pati Tinggi

Selain itu, telah ditunjukkan, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak fungsi penghalang usus dan mendorong ketidakseimbangan bakteri usus.

Kondisi tersebut dapat mengubah respons kekebalan dan membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Demikian pula, banyak penelitian lain yang mengaitkan kadar gula darah tinggi dengan gangguan respons kekebalan pada orang dengan dan tanpa diabetes. Maka, penting sekali untuk membatasi asupan makanan dan minuman tinggi gula tambahan seperti es krim, kue, permen, dan minuman manis untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh.

  1. Makanan asin

Makanan asin seperti keripik, frozen food, dan makanan cepat saji dapat merusak respons kekebalan tubuh.

Sebab, makanan dengan kandungan garam yang tinggi dapat memicu peradangan jaringan dan meningkatkan risiko penyakit autoimun.

Baca Juga :   Kulit Sehat dan Mulus dengan Diet Vegan, Begini Penjelasan Ahli

Selain itu, garam juga dapat menghambat fungsi kekebalan normal, menekan respons anti-inflamasi, mengubah bakteri usus, dan mendorong pembentukan sel kekebalan yang terlibat dalam patogenesis penyakit autoimun.

Komentar