oleh

Perawatan Rumah Sakit Pati Utamakan Warga Lokal

Pati, SMJTimes.com – Meningkatnya kasus positif Covid-19 aktif di Kabupaten Pati membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memerintahkan kepada rumah sakit di Pati untuk lebih mengutamakan warga lokal atau warga Pati.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pati kepada awak media selepas menghadiri acara Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati di Ruang Joyokusumo, Senin (14/6/2021) lalu.

“Saat ini kemarin dari jumlah 417 itu dari luar daerah itu juga banyak, dari Kudus juga banyak. Karena Kabupaten Pati ini butuh ruang isolasi sendiri, ya kita utamakan warga masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati.

Meskipun demikian, warga daerah lain tidak dilarang berobat ke rumah sakit di Kabupaten Pati. Menurut Haryanto, pihaknya tidak bisa menolak orang yang ingin berobat.

Baca Juga :   Genjot Program Food Estate, 30 Penyuluh Pertanian Pati Ikuti Pelatihan di Bandung

“Namun demikian, kita kan tidak bisa menolak. Orang kalau sudah masuk rumah sakit itukan tidak ditanya kamu dari Kudus apa dari Pati, kan tidak ditanya. Kan dilayani,” jelas Haryanto.

Haryanto mengungkapkan hingga Senin (14/6/2021) kemarin, terdapat 203 warga positif Covid-19 yang tengah dirawat di berbagai rumah sakit di Kabupaten Pati. Lalu, ada 214 warga suspek atau bergejala dirawat di rumah sakit serta ada 60 warga yang tengah menjalani karantina di RSUD RAA Soewondo.

“Yang dirawat saat ini yang sakit itu ada 203, yang suspek artinya batuk-batuk kemudian yang bergejala itu ada 214. Yang isolasi di tempat isolasi terpusat itu ada 60,” tuturnya.

Baca Juga :   Pendaftaran BPUM Kembali Dibuka, Ini Perbedaan dengan Periode Terdahulu

Selain itu terdapat 14 kecamatan yang masuk zona merah dari 21 kecamatan yang ada. Kecamatan yang masuk zona merah ini terdapat 38 desa serta 151 RT zona merah.

“Yang isolasi mandiri di rumah itu ada sekitar 670 yang terdeteksi di desa-desa. Karena 21 kecamatan yang zona merah 14 kecamatan yang desanya ada 38 desa, ada 151 RT/RW,” tandasnya.

Pekan lalu, beberapa rumah sakit di Kabupaten Pati mengalami overload atau kelebihan beban pasien Covid-19. Tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang disediakan lebih sedikit daripada pasien Covid-19 yang datang.

“Sesuai arahan Presiden dan Gubernur itu menyiapkan tempat isolasi masing-masing rumah sakit ini ditambah. Dari semula yang ada, dari 10 rumah sakit, 89 persen, setelah seluruh RS kita undang kita punya tepat tidur 604 sedangkan sampai sekarang terisi 67 persen,” tandas Haryanto. (*)

Baca Juga :   Social dan Physical Distancing Jadi Penyebab Penurunan Angka Pernikahan di Pati Kota

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Covid-19 Meningkat, Rumah Sakit Pati Utamakan Warga Lokal”

 

Komentar

News Feed