Pati, SMJTimes.com – Ikan bandeng di pasaran mengalami kelonjakan harga yang cukup signifikan. Bahkan, di salah satu pasar tradisional di Pati, Pasar Puri, harga ikan khas Kabupaten Pati ini sempat menembus Rp 40.000 per kilogram.
Kartono, kepala pasar Puri menyebutkan, sebelumnya harga ikan bandeng hanya berkisar Rp28.000 per kilogram. Namun, saat ini sesuai pantauannya di lapangan pada pekan ini, harga ikan bandeng berkisar Rp36.000 sampai Rp38.000 per kilogram.
“Bahkan Senin Minggu lalu data kami saya lihat itu sampai 40 per kilogram,” ujarnya, kemarin.
Namun, saat ditanya lebih lanjut soal alasan kenaikan harga ini, ia belum menjelaskannya. Bahkan sempat ia tanya kepada sejumlah pedagang, juga tidak tau alasannya. Para pedagang berdalih, sudah dari sananya atau petani tampaknya.
Ketika ditelusuri lebih lanjut, salah satu petani tambak, Hadi menuturkan, memang baru tahun ini harga ikan semahal ini. Menurutnya, ini disebabkan karena hasil panen ikan bandeng para petani tambak sangat berkurang. Tidak sesuai dengan yang diprediksi.
Minimnya hasil panen ini, lanjutnya disebabkan oleh faktor cuaca. Sering hujan menyebabkan ikan bandeng sulit berkembang. Sehingga hasil panen menjadi berkurang.
“Kalau kemarau stabil panjang justru hasil melimpah. Tapi kalau sering hujan malah sulit berkembang. Hujan menyebabkan air menjadi dingin, kadar garamnya makin berkurang. Sehingga ikan sulit berkembang,” paparnya.
Ia menambahkan, panen kali ini para petani tambak ikan bandeng bisa menjual hasil panennya bisa mencapai Rp30.000 per kilogram. Padahal biasanya hanya bisa mencapai Rp20.000 per kilogram.
“Harga 1 kilogram ikan bandeng isi 4 sampai 5 saat ini harganya 27 sampai 30. Kalau isi 8 sampai 10 harganya 23. Sedangkan biasanya 1 kilogram Isi 7 sampai 10 dijual dengan harga 17, kalau isi 5 harganya sampai 20,” tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Curah Hujan Tinggi, Harga Ikan Bandeng Ikut Meninggi”
Komentar