oleh

Wacana Tarif Listrik Naik, Dewan: Bisa Memberatkan Masyarakat

Pati, SMJTimes.com – Pemerintah kabarnya akan menaikkan tarif listrik mulai 1 Juli 2021 mendatang. Penyesuain tarif dilakukan lantaran tarif listrik tidak berubah sejak empat tahun terakhir.

Di daerah, wacana ini mendapat tanggapan dari Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Pati, Narso. Ia mengatakan bila wacana ini terealisasi akan memberatkan masyarakat, karena seluruhnya belum pulih dari pukulan ekonomi akibat pandemi virus corona.

“Kalau ini memang diterapkan di Bulan Juli ini menjadi pukulan telak bagi sektor rumah tangga yang masih terdampak pandemi. Baik yang wiraswasta dan karyawan sebenarnya masih ada pengurangan pendapatan di sana sini sedangkan listrik dinaikkan,” kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu, Kamis (15/4/2021).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, tak hanya mendapak pada golongan rumah tangga. Naiknya tarif listrik juga mempengaruhi berbagai sektor usaha baik skala mikro hingga besar. Pasalnya, listrik adalah salah satu komponen yang paling penting karena semua alat menggunakan listrik.

Bila listrik dinaikkan tentunya akan menambah biaya prosudusi. Jangka panjangnya harga-harga akan naik, daya beli mayarakat menurun hingga pertumbuhan ekonomi akan kembali melambat.

“Selain rumah tangga industri juga terdampak, mereka yang mau bangkit dengan kenormalan baru harus turun lagi. Laju pertumbuhan ekonomi akan terhambat memang pemerintah harus bijaksana mencetuskan pencabutan subsidi ini,” kata Narso.

Kebijakan menaikkan tarif listrik digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Skema yang dipertimbangkan dilakukan untuk menaikkan tarif listrik. Adalah menghapus 100 persen kompensasi yang selama ini dibayar pemerintah, sehingga tarif dan tagihan pelanggan PLN non subsidi akan naik.

Artinya semua golongan pelanggan PLN non-subsidi tarif listriknya menjadi lebih mahal ketika membayar per bulannya.(Adv)

Komentar

News Feed