oleh

Antisipasi Banjir, Anggota Komisi D DPRD Pati Minta Perbaikan Infrastruktur

Pati, SMJTimes.com –  Muntammah selaku Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati menilai banjir bandang yang melanda di beberapa titik wilayah Kabupaten Pati karena pemeliharaan sarana dan prasarana yang kurang baik.

Politisi PKB ini pun mendorong pemerintah supaya mengambil langkah bijak untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang kondisinya sudah memprihatinkan.

52 Antisipasi Banjir Anggota Komisi D DPRD Pati Minta Perbaikan

“Pada musim penghujan memang rawan terjadi banjir. Seperti halnya di Tayu dan Dukuhseti. Penyebabnya bisa karena area resapan dan aliran irigasi yang kurang berfungsi dengan baik. Untuk itu, kami menekankan pemerintah agar memeliharanya dengan bijak,” ujar Anggota Komisi D dari Fraksi PKB saat dihubungi, Sabtu (27/2/2021) kemarin.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, pemeliharaan drainase perlu dilakukan secara konsisten. Sehingga mampu menanggulangi banjir di musim penghujan yang tiba-tiba datang.

Baca Juga :   DPRD Pati Setujui 2 Raperda Untuk Tindaklanjuti

“Setiap tahun selalu ada anggaran pembangunan. Namun, bagi saya yang perlu ditingkatkan saat ini adalah upaya dalam perawatannya,” tegas Muntammah.

“Agar aliran air dari jalan raya menuju drainase lancar, maka perlu segera diperbaiki. Pasalnya, kadang-kadang ada drainase, tetapi alirannya mampet,” imbuhnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati juga menganggap terjadinya bencana banjir bandang di Kecamatan Tayu dan Kecamatan Dukuhseti disebabkan kurang optimalnya fungsi area irigasi serta area resapan.

Perlu diketahui, banjir bandang melanda 10 desa di Kecamatan Tayu dan Dukuhseti. Di kecamatan Tayu air merendam Desa Luang, Dororejo, Kalikalong, Keburomo. Sedangkan, di Kecamatan Dukuhseti banjir merendam desa Ngagel, Kembang, Dukuhseti, Tegalombo, Puncel, dan Wedusan.

Baca Juga :   Jaga Stabilitas Harga, Bulog dan Konstraling Serap Gabah Petani Lokal

Banjir terparah melanda desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Banjir tersebut diakibatkan limpahan air dan jebolnya sejumlah sungai. Ditambah, kurang optimalnya fungsi infrastruktur aliran air.

Dalam kondisi seperti itu, pemerintah perlu segera melakukan mitigasi bencana. Dengan melakukan upaya antisipatif, seperti menormalisasi sarana prasarana dan memberikan bantuan kebutuhan pokok bagi korban bencana banjir. (Adv)

 

Komentar

News Feed