oleh

Dinas Kelautan Fokus Pemberdayaan Guna Tingkatkan Kemampuan Nelayan

Rembang, SMJTimes.com – Sejumlah proses pelatihan skill tambahan terhadap nelayan di masa pandemi di Rembang terhambat. Hal itu diungkapakan oleh Heri Martono, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan saat ditemui di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, Jumat (15/1/21) kemarin.

Heri menyebutkan pelatihan yang dilakukan pada tahun 2019 akhir adalah pelatihan perbaikan mesin kapal di Kecamatan Sluke. Di awal 2021, pelatihan tidak dapat dijalankan lagi karena anggaran yang ada terpotong untuk penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Terdeteksi di Air Limbah, Mamalia Laut Terancam Terjangkit Corona

“Kalau selama pandemi kita tidak bisa membuat itu lagi, pada 2020 kemarin,” ungkap Heri.

Namun dalam keterangan lebih lanjut,  Heri menyebutkan bahwa pihaknya kini sedang berkonsentrasi terhadap pembinaan nelayan berupa pemberdayaan. Nantinya proyek yang ada berupa proses kelompok usaha bersama.

Baca Juga :   BPBD Rembang Melansir 4 Kecamatan Rawan Banjir

Baca juga: Misterius, Penampakan Gumpalan Merah Besar Muncul di Laut Washington

“Kita nanti akan menjembatani dengan proses pemasaran. Selain itu nanti kita akan memberikan pelatihan-pelatihan ke istri nelayan berupa pengolahan hasil tangkapan ikan. Bisa berupa nugget atau bakso ikan,” imbuhnya.

Sedangkan dalam proyek 2020 kemarin, Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang hanya melakukan proses tanam mangrove. Berupa  penghijauan kembali hingga pembuatan tracking untuk membantu mengembangkan spot wisata-wisata.

Baca juga: Ekspor Virtual Solusi Alternatif di Tengah Pandemi

Utuk  tahun ini, proses pemberdayaan kepada nelayan berupa pemberian budidaya kerang hijau yang akan direalisasikan kepada kelompok nelayan dari empat desa berbeda.  Yakni wilayah Pasar Banggi,  Tanjung Sari,  Gedung Mulya dan Tri Tunggal.

Baca Juga :   Polres Rembang Evaluasi Kenaikan Kasus Covid-19 Pascalebaran

“Untuk mapping-nya sudah,”

Baca juga: Penjual Ikan Diserbu Pembeli Jelang Malam Tahun Baru

Sedangkan untuk anggaran, ujar Heri, nnatinya akan datang dari provinsi dengan masing-masing kelompok mendapat 30 hingga 45 juta.

“Nanti nelayan akan membuat patok-patok untuk dikasih bibit, juga untuk menghindari nelayan yang lain,” ungkapnya. (*)

Baca juga:

Reporter : Aziz Afifi

Komentar

News Feed